JAKARTA. Sejumlah emiten konstruksi baik BUMN maupun swasta optimis bisa mencapai target kontrak baru yang ditetapkan tahun ini. Masing-masing emiten mempersiapkan strategi untuk bisa mengejar target mengingat realisasi kontrak anyar hingga saat ini masih sepi. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) misalnya terus mengincar proyek-proyek luar negeri dan serta proyek dalam negeri untuk bisa meraih target kontrak baru yang dipatok Rp 52,2 triliun tahun ini. "Saat ini kita tengah mengikuti beberapa tender di luar negeri di Madinah, Timur Leste dan Thailand." kata Suradi pada KONTAN baru-baru ini. Di dalam negeri, WIKA tengah mengincar proyek-proyek infrastruktur seperti EPC (Engineering, Procurement, and Construction), jalan tol, kereta api dan lan-lain. Baru-baru ini, WIKA telah mendapatkan investasi di dua jalan tol bersama konsorsium PT Jasa Marga (JSMR) yakni ruas Balikpapan-Samarinda dan Menado Bitung.
Jurus emiten konstruksi kejar target kontrak baru
JAKARTA. Sejumlah emiten konstruksi baik BUMN maupun swasta optimis bisa mencapai target kontrak baru yang ditetapkan tahun ini. Masing-masing emiten mempersiapkan strategi untuk bisa mengejar target mengingat realisasi kontrak anyar hingga saat ini masih sepi. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) misalnya terus mengincar proyek-proyek luar negeri dan serta proyek dalam negeri untuk bisa meraih target kontrak baru yang dipatok Rp 52,2 triliun tahun ini. "Saat ini kita tengah mengikuti beberapa tender di luar negeri di Madinah, Timur Leste dan Thailand." kata Suradi pada KONTAN baru-baru ini. Di dalam negeri, WIKA tengah mengincar proyek-proyek infrastruktur seperti EPC (Engineering, Procurement, and Construction), jalan tol, kereta api dan lan-lain. Baru-baru ini, WIKA telah mendapatkan investasi di dua jalan tol bersama konsorsium PT Jasa Marga (JSMR) yakni ruas Balikpapan-Samarinda dan Menado Bitung.