Kasus Covid-19 melonjak lagi, ini cara mengurangi risiko kematian akibat corona



KONTAN.CO.ID - Jakarta. Kasus Covid-19 di Indonesia kembali melonjak dengan penambahan harian mendekati 10.000 kasus per hari. Di tengah bahaya infeksi virus corona, simak cara mengurangi risiko kematian akibat Covid-19 agar bisa selamat dari pandemi ini.

Melansir data Satgas Covid-19, hingga Rabu (16/6) ada tambahan 9.944 kasus baru positif Covid-19 di Indonesia. Sehingga total menjadi 1.937.652 kasus positif Covid-19.

Penambahan kasus Covid-19 yang mendekati 10.000 ini merupakan yang kedua dalam sepekan ini. Pada Minggu 13 Juni 2021, jumlah penambahan kasus Covid-19 mencapai 9.868 orang.


Untuk mencegah Covid-19, masyarakat harus menjalankan protokol kesehatan dengan penuh disiplin. Selain itu, untuk mengurangi risiko bahaya Covid-19 seperti kematian atau di rawat di RS, masyarakat harus meningkatkan daya tahan tubuh. Penelitian baru menunjukkan, menjadi aktif secara fisik dapat mengurangi risiko rawat inap pasien Covid-19.

Kalau pun harus dirawat, risiko untuk masuk ke unit perawatan intensif atau ICU menjadi lebih rendah. Selain itu, risiko kematian pada pasien Covid-19 juga berkurang apabila rajin berolahraga. "Penelitian ini merupakan seruan untuk menyadarkan pentingnya gaya hidup sehat, terutama aktivitas fisik."

Demikian diungkapkan penulis studi Dr. Robert Sallis dari Kaiser Permanente Fontana Medical Center, California, Amerika Serikat. Dalam pernyataan resminya, Sallis menekankan, hasil penelitian benar-benar menunjukkan betapa pentingnya aktivitas fisik selama masa pandemi, dan di masa yang akan datang. "Orang yang rutin berolahraga memiliki peluang terbaik untuk mengalahkan Covid-19. Sementara orang yang tidak aktif jauh lebih buruk," kata dia.

Baca juga: Kasus positif Covid-19 meledak, ini cara melakukan isolasi mandiri

Dalam penelitian ini, Sallis bersama rekannya menganalisis data lebih dari 48.000 pasien dewasa di Kaiser Permanente Southern California. Usia rata-rata pasien adalah 47 tahun, dan diagnosis positif Covid-19 antara Januari hingga Oktober 2020.

Peneliti juga menilai tingkat aktivitas fisik pasien sebanyak dua kali yakni Maret 2018 dan Maret 2020. Dari data pasien ditemukan, lebih dari 6 persen secara konsisten aktif bergerak, 14 persen konsisten tidak aktif bergerak, dan sisanya aktif bergerak tapi tidak konsisten.

Editor: Adi Wikanto