Kata pelaku industri asuransi soal rencana OJK rilis aturan baru unitlink



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggodok aturan baru produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) termasuk di dalamnya unitlink. Kali ini OJK akan mengatur pengelolaan portofolio investasi industri asuransi.

OJK menyatakan, saat ini ada tuntutan untuk menutup atau memoratorium penjualan produk unitlink yang dipicu atas mencuatnya kasus gagal bayar sejumlah perusahaan asuransi.

Namun sebagai regulator, OJK tidak bisa lantas melakukan moratorium sebab nyatanya masih ada segmen pasar yang memerlukan produk unitlink.


Selain itu, penjualan produk unitlink juga merupakan praktik umum yang banyak diterapkan di berbagai negara. Oleh sebab itu, pengetatan aturan penjualan produk unitlink menjadi jalan tengah untuk mengakomodir kepentingan nasabah dan industri asuransi.

Menanggapi hal tersebut, para pelaku industri asuransi jiwa menilai perlunya standardisasi mengenai transparansi penjualan produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI). 

Baca Juga: Asuransi jiwa sudah bayar klaim covid-19 sebesar Rp 3,74 triliun, sampai semester I

PT BNI Life Insurance mengaku terus berkoordinasi baik di internal maupun dengan asosiasi, terkait kebijakan ini. Sejauh ini BNI Life tetap memprioritaskan kinerja dan keamanan dana nasabah dalam produk unitlink-nya.

GM of Corsec, Legal & Corcomm BNI Life Arry Herwindo mengatakan, yang menjadi kendala dalam memasarkan produk asuransi unitlink adalah kurangnya pemahaman masyarakat terkait produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi.

"BNI Life senantiasa memberikan edukasi asuransi melalui kanal komunikasi digital kami, dengan tujuan agar makin banyak masyarakat yang memahami produk unitlink dan sadar akan pentingnya memiliki produk asuransi," kata Arry kepada Kontan.co.id, Senin (13/9).

Sampai dengan Agustus 2021 pencapaian premi BNI Life sebesar Rp 998 miliar mengalami penurunan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. 

"Seiring dengan membaiknya kondisi pandemi di Indonesia, kami optimistis iklim investasi juga akan membaik sehingga memberikan dampak positif pada penjualan produk unitlink ke depannya," ujar Arry.

Editor: Yudho Winarto