Kayan Hydro Energy bangun PLTA Kayan Cascade senilai US$ 17,8 miliar



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Untuk memperkuat perkembangan ekonomi berbasis inovasi dan  teknologi, khususnya ke arah Ekonomi Hijau dan Ekonomi Biru berkelanjutan, PT Kayan Hydro Energy (KHE) mengembangkan pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan Cascade.

Khaeroni, Direktur Operasional PT KHE mengatakan, pengembangan  PLTA Kayan Cascade ini sejalan dengan dorong Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dalam pidatonya pada  Sidang Tahunan MPR dan DPR  pada 16 Agustus 2021, presiden mengatakan transformasi menuju energi baru dan terbarukan, serta akselerasi ekonomi berbasis teknologi hijau akan menjadi perubahan penting dalam  perekonomian Indonesia.


"Sesuai dengan harapan itu, KHE mengembangkan pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan Cascade yang akan berkontribusi besar terhadap penurunan emisi gas rumah kaca dunia," kata Khaeroni dalam siaran pers, Rabu (18/8).

Baca Juga: PT Kayan Hydro Energy terus mengembangkan industri hijau dan energi hijau

PLTA Kayan Cascade yang dipelopori oleh KHE dimulai sejak tahun 2011 memanfaatkan area sepanjang sungai Kayan.  Terdiri atas 5 bendungan dengan 5–6 unit turbin pembangkit pada tiap bendungannya.

Tahap pertama PLTA Kayan Cascade berkapasitas 900 MW, tahap kedua 1.200 MW, tahap ketiga dan keempat masing-masing 1.800 MW, dan tahap kelima 3.300 MW.

Nilai investasi KHE untuk PLTA ini mencapai US$ 17,8 miliar . Khaeroni bilang, listrik yang dihasilkan dari PLTA tersebut akan dimanfaatkan untuk kebutuhan industri dan pelabuhan.

Editor: Yudho Winarto