Kebijakan karantina diprotes pemain, nasib Liga Italia masih tanda tanya



KONTAN.CO.ID - MILAN. Upaya untuk melanjutkan  Serie A Italia mulai mengalami masalah. Kamis (14/5), Asosiasi Pesepakbola Italia (AIC) mengkritik kebijakan karantina yang diberlakukan pemerintah untuk para pemain dan klub.

Asal tahu saja, klub-klub Serie A telah sepakat memilih 13 Juni sebagai tanggal dimulainya kembali Liga Italia. Namun, keputusan akhir masih berada di tangan pemerintah Italia. 

Sebelumnya, Serie A sudah ditangguhkan sejak 9 Maret karena pandemi virus corona. 


Baca Juga: Komite Olimpiade Italia yakin 99% pemerintah akan izinkan Serie A dilanjutkan 13 Juni

Poin utama yang menjadi kritik ketika Kementerian Kesehatan menyerukan agar seluruh tim menjalani karantina selama 14 hari jika ada seorang pemain positif virus corona.

Jika hal diberlakukan, maka pertandingan Serie A akan kembali ditunda. Bahkan hal ini bisa menjadi malapetaka bagi pertandingan Serie A jika sejumlah tim dinyatakan positif.

Federasi sepak bola Italia (FIGC) sendiri menginginkan karantina hanya diberlakukan bagi pemain yang positif virus corona. Alasannya, mengisolasi pemain yang terkena dampak akan cukup memberikan sisa skuad tetap negatif.

Kebijakan lain yang turut menjadi pertanyaan adalah saat tim, termasuk pelatih dan staf pendukung, harus pergi ke kamp pelatihan yang terisolasi selama dua minggu sebelum permainan dapat dilanjutkan. 

Kepala eksekutif Inter Milan Giuseppe Marotta mengatakan kepada La Repubblica bahwa protokol pemerintah itu tidak praktis.

Editor: Anna Suci Perwitasari