Kembangkan SPBU mini melalui Pertashop, Pertamina bidik tambahan 20 titik



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bertambahnya penyalur bahan bakar minyak (BBM) maupun Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) mini dinilai dapat lebih menjamin distribusi dan ketersediaan BBM di masyarakat hingga ke daerah perdesaan. Oleh sebab itu, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) meminta partisipasi dari Pertamina maupun badan usaha swasta untuk membangun SPBU mini.

Sebagai perusahaan minyak dan gas plat merah, PT Pertamina (Persero) pun memiliki program pengembangan SPBU mini melalui jaringan Pertashop. Bahkan, menurut Vice President Corporate Commmunication Pertamina Fajriyah Usman, Pertashop memiliki jangkauan penyaluran produk energi yang lebih luas.

Ia menjelaskan, Pertashop merupakan lembaga penyalur Pertamina dengan skala kecil untuk melayani kebutuhan BBM, LPG, dan pelumas yang belum terlayani oleh lembaga penyalur Pertamina lain. Harga BBM yang dijual di Pertashop sama dengan yang dijual di SPBU, dengan pasikan BBM yang rutin dari truk tangki Pertamina.


Baca Juga: Pertamini yang tak berizin kian menjamur, begini tanggapan dan usulan BPH Migas

"SPBU mini yang resmi bekerja sama dengan Pertamina adalah Pertashop. Sejalan dengan program One Village One Outlet yang dijalankan Pertamina untuk mendistribusikan energi hingga ke perdesaan," kata Fajriyah kepada Kontan.co.id, Selasa (12/5).

Fajriyah menegaskan, Pertashop berbeda dengan Pertamini. Sebab, Pertamini bukan penyalur resmi dari Pertamina. Selain tidak ada izin perdagangan dari Pemerintah daerah, kata Fajriyah, dari sisi keamanan operasional pun Pertamini tidak dapat terkonfirmasi.

Ia mengatakan, Pertamina hanya menggandeng mitra bisnis di segmen SPBU mini melalui Pertashop. "Ini menjadi peluang usaha bagi mitra Pertamina di perdesaan, baik dari pemerintah desanya melalui BUMD, koperasi, pelaku usaha atau UKM," ujar Fajriyah.

Editor: Anna Suci Perwitasari