Kementerian ESDM dorong percepatan pengembangan enam kilang Pertamina



KONTAN.CO.ID - JAKARTA.Pemerintah terus mengupayakan pengembangan sejumlah proyek Kilang oleh Pertamina yang diharapkan dapat segera rampung demi memenuhi kebutuhan BBM dan Petrokimia dalam negeri.

PT Pertamina merencanakan empat proyek perluasan Refinery Development Master Plan (RDMP) antara lain, RDMP Refinery Unit (RU) II Dumai, RDMP RU IV Cilacap, RDMP RU V Balikpapan, RDMP RU VI Balongan.

Selain itu, ada pula dua proyek pembangunan Kilang Minyak dan Petrokimia Grass Root Refinery (GRR) Tuban dan GRR Bontang.


Baca Juga: Pertamina rilis BBM satu harga Jokowi lampaui target

Dari sejumlah proyek tersebut, baru RDMP RU V Balikpapan yang telah memasuki tahapan konstruksi. Sementara proyek lainnya mengalami kendala yang beragam.

Sejatinya, keenam proyek diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi bahan bakar Pertamina yang saat ini sebanyak 600.000 barel per hari menjadi 1,7 juta barel per hari.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM mengungkapkan perkembangan terbaru dari sejumlah proyek tersebut.

"Kilang Cilacap diperpanjang pembahasan Joint Venture Development Agreement (JVDA) hingga akhir Oktober," sebut Arcandra, Kamis (3/10). Menurutnya, perpanjangan waktu diperlukan sebab valuasi yang masih berlangsung.

Mengutip catatan Kontan.co.id, Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman menyebut, kedua belah pihak sudah melakukan penunjukan tim valuasi. "Saat ini masih valuasi, sudah sepakat untuk tim penilai internasional," terang Fajriyah ke KONTAN.

Sayangnya ia enggan memberi tahu nama valuer tersebut. Yang terang, pembentukan JV dengan Saudi Aramco diharapkan bisa sesuai dengan target, yakni pada Oktober 2019.

Baca Juga: Pertamina Power dan Indonesia Power jalin kerjasama operation & maintenance power

Editor: Noverius Laoli