Kementerian ESDM soroti lambatnya penjualan listrik PLN tahun 2019



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Melambatnya pertumbuhan penjualan listrik nasional sepanjang tahun lalu menjadi sorotan bagi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Sebagai informasi, penjualan tenaga listrik oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) pada tahun 2019 tercatat sebesar 245,52 teraWatthour (TWh). Jumlah tersebut hanya tumbuh 4,65% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 234,61 TWh.

Baca Juga: ESDM targetkan penambahan transmisi hingga 19.069 kilometer sirkuit hingga 2024


Pertumbuhan penjualan listrik tersebut lebih rendah ketimbang target PLN pada tahun lalu sebesar 7,06% secara tahunan.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan, penurunan penjualan listrik oleh PLN menunjukkan perlambatan di sisi konsumsi listrik secara nasional. Nilai pertumbuhan sebesar 4,65% pun dianggap tidak ideal jika mengacu pada kondisi perekonomian Indonesia terkini.

"Ini menunjukkan kontraksi. Ekonomi Indonesia bisa tumbuh 5%. Harusnya pertumbuhan konsumsi listrik lebih tinggi dari itu yakni sekitar 6%--7%," ungkap dia, Rabu (5/2).

Rendahnya penjualan listrik oleh PLN juga menandakan bahwa perusahaan setrum nasional ini mengalami kelebihan pasokan listrik.

Baca Juga: Realisasi listrik 35.000 MW baru capai 19%, PLN sebut timeline proyek memakan waktu

Untuk itu, Rida mengaku pihaknya telah berkomunikasi dengan PLN agar masalah tersebut bisa teratasi. Salah satu langkah yang telah dilakukan pemerintah adalah mempertemukan PLN dengan pengusaha-pengusaha smelter dalam rangka menyalurkan listrik ke pabrik pengolahan produk tambang tersebut.

Editor: Noverius Laoli