Kementerian ESDM targetkan kajian pengembangan PLTN rampung akhir September



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah melakukan kajian pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir bekerjasama dengan ThorCon International Pte, Ltd. Kajian ini kini ditangani Badan Penelitian dan Pengembangan ESDM. 

Kepala Balitbang ESDM Dadan Kusdiana mengungkapkan, hingga saat ini kajian masih terus berlangsung. Menurutnya, kajian yang dilakukan meliputi aspek regulasi seputar PLTN. 

"Kajian juga terkait dengan aspek keekonomian dan keteknikan apabila PLTN ThorCon diimplementasikan di Indonesia," sebut Dadan, Senin (9/9).


Baca Juga: Pembangkit thorium bisa blackstart 30 menit jika blackout, cocok untuk Indonesia

Dadan menambahkan, Kementerian ESDM mengharapkan kajian ini dapat rampung pada penghujung bulan ini. Sayangnya, Dadan enggan merinci seputar kajian tersebut. 

Sementara itu, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Sutijastoto bilang tidak ada yang khusus dalam pelaksanaan kajian. Jika nantinya dinilai kompetitif maka PLTN berpeluang untuk terus dilanjutkan.

Lebih jauh Toto menyinggung soal salah satu lokasi yang dinilai potensial yakni di Kalimantan Barat. "Di Kalbar kan tidak ada sumber energi lain, mereka punya potensi bauksit untuk smelter sehingga PLTN bisa untuk penuhi kebutuhan listrik industri smelter," sebut Toto, Senin (9/9).

Namun, Toto memastikan, KESDM hanya akan memberikan dukungan jika memang ada usulan dari ThorCon. Jika tidak ada usulan maka KESDM belum akan melakukan langkah apapun sejauh ini. 

Toto kembali menekankan pentingnya PLTN untuk menawarkan harga dan tarif listrik yang kompetitif. "Semisal untuk smelter, berani tidak dia 4 sen per kilo Watt hour (kWh). Jangan tinggi-tinggi amat, yang penting kan itu juga," terang Toto.

Mengutip pemberitaan Kontan.co.id, ThorCon International Pte, Ltd akan bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dengan bahan bakar thorium. PLTN ini akan berkapasitas total 500 mega watt (MW) dan diperkirakan menelan investasi sebesar US$ 1,2 miliar atau setara Rp 17 triliun.

"Rencananya akan selesai tahun 2026," kata Chief Repressentative ThorCon International, PTE Ltd Bob S. Effendi ketika ditemui Kontan.co.id dalam penandatanganan nota kesepahaman dengan PT PAL Indonesia (Persero) di Gedung World Trade Center 5, Rabu (17/7). 

Ia menambahkan proyek ini menjadi awal dari terbangun industri nuklir di Indonesia.

Editor: Herlina Kartika Dewi