Kementerian PUPR alokasikan Rp 5,2 triliun kembangkan kawasan wisata superprioritas



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan Rp 5,2 triliun untuk mendukung pembangunan infrastruktur pada lima Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Superprioritas, yaitu Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pengembangan destinasi wisata ini penting dilakukan. Pasalnya, sektor pariwisata merupakan sektor yang paling cepat dalam membuka lapangan kerja baru. Selain itu, menurut Basuki, hanya dengan sektor inilah Indonesia mampu bersaing dengan negara lain.

"Sektor pariwisata dapat lebih cepat membuka lapangan kerja dengan biaya yang murah. Selain itu, hanya dari pariwisatalah Indonesia dapat bersaing dengan negara lain, karena pariwisata Indonesia mempunyai keunikan sendiri," ujar Basuki di dalam agenda rapat kerja (raker) dengan Komisi V DPR RI, Rabu (5/2).


Baca Juga: Kemenhub siapkan Rp 2,9 triliun untuk pengembangan 5 destinasi wisata superprioritas

Untuk mendukung pengembangan pariwisata, khususnya di lima KSPN superprioritas, Kementerian PUPR kemudian mengalokasikan dana sebanyak Rp 5,2 triliun.

Rincian pembagian dana tersebut adalah Rp1,5 triliun untuk pengembangan KSPN Danau Toba. Kemudian untuk pengembangan KSPN Borobudur senilai Rp1,1 triliun, dan pengembangan KSPN Mandalika senilai Rp 683 miliar. Lalu pengembangan KSPN Labuan Bajo senilai Rp1,3 triliun, serta pengembangan KSPN Likupang Rp 520 miliar.

Untuk pengembangan KSPN Danau Toba di tahun 2020, Basuki mengatakan nantinya Danau Toba ini dapat diakses melalui beberapa pintu, diantaranya melalui Parapat dan Brastagi.

Selain itu, Kementerian PUPR juga akan melakukan renovasi di beberapa kota sekitar KSPN Danau Toba, salah satunya Kota Siallagan. Meskipun melakukan renovasi, Basuki menegaskan realisasinya nanti akan tetap mempertahankan konstruksi asli dari rumah adat di Danau Toba.

"Selain itu kami juga akan membuat homestay di seluruh kawasan KSPN. Jadi di seluruh KSPN ini harus ada homestay-nya," papar Basuki.

Baca Juga: Holding BUMN Farmasi optimistis dapat kuasai pangsa pasar nasional di 2020

Kemudian, fokus pengembangan untuk KSPN Borobudur di tahun ini adalah pembangunan prasarana pengendali, rehabilitasi dan pelebaran jalan, penataan kawasan pemukiman Borobudur, serta pembangunan homestay.

Basuki menyatakan, pihaknya akan melakukan pembangunan prasarana pengendali banjir untuk mengantisipasi potensi banjir di bandara baru yang bertempat di Kulonprogo, Yogyakarta. Tak hanya itu, Kementerian PUPR juga akan melakukan rehabilitasi minor di Jalan Balaputeradewa, serta pelebaran jalan menuju Blondo-Mendut.

Editor: Noverius Laoli