Kementerian PUPR sebut pandemi tingkatkan penggunaan air bersih di masyarakat



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Perubahan perilaku masyarakat karena ada instruksi penerapan protokol kesehatan menyebabkan konsumsi air bersih meningkat.

Direktur Bina Teknik Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Eko Winar Irianto menuturkan, kenaikan kebutuhan air bersih tidak hanya di Indonesia tetapi juga misalnya di Jerman.

"Ada tren peningkatan kebutuhan air bersih misalnya pada konsumsi air domestik atau rumah tangga maka dengan adanya pandemi saat ini atau bahkan mungkin hal yang lain yang sifatnya pandemi adanya kebijakan work from home," kata Eko dalam Webinar yang digelar Indonesia Water Institut (IWI) pada Senin (22/3).


Berdasarkan data dari IWI, Eko menambahkan bahwa, total konsumsi air bersih sebelum pandemi di tahun 2013 adalah 415-615 liter per hari per rumah. Sementara setelah pandemi pada tahun 2020 itu mencapai 995 - 1.415 liter per hari per rumah tangga.

Baca Juga: Pandemi Covid-19, kerek omzet produsen AMDK

"Data Indonesia Water Institut, untuk cuci tangan atau katakanlah untuk sanitasi individu itu sebelumnya hanya 4 sampai 5 liter per orang per hari, menjadi sekitar 20 sampai 25 liter per orang per hari pada saat pandemi. Tentunya ini jadi kenaikan sampai 4 sampai 5 kali lipat ini juga tentu harus jadi perhatian kita," imbuhnya.

Lebih lanjut, perbandingan konsumsi air domestik atau rumah tangga pada tahun 2019 adalah 15,41 meter kubik per bulan pada sekitar 11,9 juta pelanggan. Kemudian pada tahun 2020 terjadi kenaikan peningkatan pemakaian air sekitar 16 meter kubik lebih perbulan dan peningkatan pelanggan menjadi 13,3 juta pelanggan.

Selanjutnya pada konsumsi air non domestik, dengan adanya kebijakan work from home, pada sektor industri, jasa, hotel dan sebagainya terjadi penurunan konsumsi air non domestik. Eko memberi contoh pada kawasan Jakarta terjadi perubahan pola konsumsi air bersih untuk sektor komersial dan sektor industri yang berkurang 5,57% dari sebelum pandemi.

Baca Juga: Cari penghasilan tambahan di masa pandemi, berikut 4 cara yang bisa Anda coba

Kemudian dengan meningkatnya konsumsi air bersih di masa pandemi, Eko menjelaskan, 24,84% air permukaan sudah dapat dimanfaatkan. Dimana potensi air yang dapat dimanfaat 691,3 miliar meter kubik per tahun.

"Ini sepertiga atau seperempat dari total potensi air yang ada di Indonesia. Tapi manfaatan terbesar adalah air irigasi sekitar 79,6% atau mendekati 80% penggunaan untuk irigasi," kata Eko.

Selain itu, adapula potensi air tanah yang ada di Indonesia baik dari cekungan air tanah (CAT) maupun non cekungan air tanah (Non CAT). Saat ini terdapat 421 CAT dengan potensi air 500 miliar meter kubik per tahun. Pemakaian air tanah dari CAT di Indonesia ialah 47,2% kemudian yang diambil dari non CAT yaitu 52,8%.

Editor: Noverius Laoli