Kenaikan harga komoditas tak berefek besar pada pergerakan IHSG hari ini, kenapa?



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejak sepekan ke belakang kenaikan harga komoditas turut menjadi salah satu sentimen yang memperkuat laju pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Harga minyak misalnya, hingga hari ini (16/9) harga minyak sudah meningkat sebesar 8%-9%. 

Kenaikan harga minyak yang terjadi saat ini salah satunya didorong isu penyerangan kilang minyak Arab Saudi yang dikabarkan membuat produksi minyak Arab Saudi menurun hingga 50% juga menjadi salah satu sentimen yang mendorong penguatan harga minyak.

Sayangnya pada Senin (16/9) kenaikan harga komoditas belum berhasil mendongkrak kinerja IHSG yang terpuruk karena melemahnya sektor consumer goods pada hari ini. 


Head of Research Infovesta Wawan Hendrayana menuturkan pelemahan IHSG hari ini selain dipengaruhi oleh anjloknya harga saham emiten rokok HM Sampoerna (HMSP) dan Gudang Garam (GGRM) juga dipengaruhi oleh melemahnya sektor perbankan.

Baca Juga: Meski efek tak signifikan, lonjakan harga minyak jadi angin segar bagi harga batubara

“Hari ini sektor keuangan jatuh. Secara kapitalisasi 40% dari IHSG berasal dari sektor perbankan dan juga consumer goods karena rokok. HM Sampoerna (HMSP) salah satu yang paling besar secara kapitalisasi hari ini turun sangat dalam, juga Gudang Garam (GGRM),” tutur Wawan Senin (16/9).

Rencana kenaikan cukai rokok sebesar 23% menjadi penyebab melemahnya saham emiten-emiten rokok pada hari ini. Harga saham HMSP berdasarkan data RTI hari turun 510 poin atau 18,21% dari yang sebelumnya berada di level Rp 2.800 turun menjadi Rp 2.290.  Begitu pula dengan harga saham GGRM yang turun 20,64% dari yang sebelumnya berada di level Rp 68.800 ke level Rp 54.600. 

Editor: Herlina Kartika Dewi