Kenapa orang yang positif Covid-19 dikira tipes?



KONTAN.CO.ID - Jakarta. Dalam berbagai kasus, dokter mendiagnosis pasien dengan penyakit tipes. Namun, setelah tes swab, ternyata pasien tersebut positif Covid-19. Apa penyebabnya?

Selebritas Kalina Octaranny saat ini sedang terbaring di rumah sakit. Awal mulanya, ia dinyatakan mengalami tipes. Namun, setelah melakukan rangkaian tes pemeriksaan, dinyatakan positif Covid-19.

Meski begitu, Kalina sendiri telah mengunggah hasil tes usap terbarunya yang menyatakan kalau dirinya ternyata negatif. Kalina mungkin bukan satu-satunya orang yang mengalami kondisi tersebut.


Tipes dan Covid-19 memang memiliki gejala yang mirip. Lalu, mengapa infeksi Covid-19 sering dikira tipes?

Baca juga: Katalog promo Hari Hari KJSM 7-10 Januari, banyak diskon awal tahun

Medical Editor SehatQ, dr. Anandika Pawitri, MRes mengatakan, hal itu umum terjadi. Sebab, hingga saat ini gejala khas Covid-19 memang belum bisa disimpulkan. Umumnya, Covid-19 mengenai saluran pernapasan terlebih dahulu sehingga penderitanya mengalami gejala seperti batuk dan sesak napas yang disertai demam dan kelelahan.

Namun, masih terus bermunculan gejala baru pada pasien Covid-19, termasuk anosmia (kelainan penciuman di hidung) dan hilangnya rasa pengecapan. "Gejalanya bisa tersamar dengan penyakit-penyakit lain, seperti tifoid (tipes). Karena itu memang banyak kasus yang didiagnosis penyakit lain yang serupa terlebih dahulu, baru ketahuan Covid," ungkapnya kepada Kompas.com.

Tak hanya tipes, penyakit-penyakit lainnya yang menyerang saluran pernapasan, seperti pneumonia dan influenza, juga memungkinkan kita keliru mengenali gejalanya dengan Covid-19.

Namun, menurut Anandika, saat ini jika gejala dan hasil rontgen mengarah ke pneumonia, pasien akan diarahkan untuk diagnosis Covid-19. Meskipun, pneumonia tak hanya bisa disebabkan oleh virus tetapi juga bakteri.

Informasi tentang gejala tipes dan Covid-19 memang bisa kita dapatkan melalui internet dan literatur. Namun, pasien tidak bisa mengenali secara pasti penyakit yang dialaminya dan harus pergi ke dokter. "Karena diagnosis penyakit ini adalah gabungan dari hasil riwayat kesehatan pasien, pemeriksaan fisik, serta hasil-hasil pemeriksaan lab serta radiologi yang disimpulkan oleh dokter," kata Anandika.

Editor: Adi Wikanto