Kenapa vaksin Covid-19 Moderna hanya untuk tenaga kesehatan? Apa efek samping



KONTAN.CO.ID - Jakarta. Vaksin Covid-19 Moderna yang memiliki efikasi tinggi terhadap virus corona juga menjadi salah satu yang digunakan dalam program vaksinasi nasional. Namun vaksin Covid-19 Moderna diprioritaskan untuk tenaga kesehatan. Kenapa vaksin Covid-19 Moderna hanya untuk tenaga kesehatan? Apa efek samping vaksin Covid-19 Moderna?

Pemerintah Indonesia telah menerima hibah vaksin Covid-19 Moderna dari Covax Facility. Menurut data Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) vaksin Moderna merupakan vaksin Covid-19 dengan platform mRNA dan nukleosida dimodifikasi agar dapat membentuk kekebalan tubuh terhadap virus SARS-CoV-2 sehingga dapat mencegah penyakit Covid-19.

Jumlah vaksin Covid-19 Moderna yang diterima Indonesia sangat terbatas, hanya sekitar 4,5 juta dosis. Oleh karena itu penggunaan vaksin Covid-19 Moderna diprioritaskan untuk tenaga kesehatan.


Disisi lain, kasus positif Covid-19 pada tenaga kesehatan yang telah mendapatkan vaksin dosis kedua masih terus terjadi. Selain itu, penyebaran COVID-19 di hampir seluruh provinsi semakin meluas. Atas dasar hal tersebut, pemerintah mencanangkan adanya vaksin Covid-19 dosis ketiga bagi para tenaga kesehatan (nakes) yang merupakan kelompok risiko tinggi.

Pemberian vaksin Covid-19 dosis ketiga bagi tenaga kesehatan juga telah mendapatkan rekomendasi dari Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional atau ITAGI. Hal tersebut berdasarkan hasil kajian yang dilakukan dan disampaikan kepada Kementerian Kesehatan pada tanggal 8 Juli 2021.

Jenis vaksin Covid-19 yang akan digunakan sebagai booster atau dosis ketiga ini adalah vaksin Moderna. Lalu apa beda vaksin Covid-19 Moderna dengan vaksin Covid-19 lainnya? Apa efek samping vaksin Covid-19 Moderna?

Baca juga: Syarat vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil dan vaksin yang digunakan

Vaksin Covid-19 Moderna yang akan dipakai sebagai booster adalah mRNA-1273 dengan penyuntikan yang dilakukan secara intramuskular dengan dosis 0,5 ml sebanyak 1 dosis. Berdasarkan data dari MOderna, INC, dosis tunggal mRNA-1273 atau mRNA-1273.351 dosis 50 gram bisa diberikan sebagai booster untuk individu yang sebelumnya divaksinasi.

Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan respons titer antibodi penetralisir terhadap SARS-CoV-2 dan dua varian yang menjadi perhatian yaitu B.1.351 (pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan) dan P.1 (pertama kali diidentifikasi di Brasil).

Editor: Adi Wikanto