Kesepakatan Iran-Oman Hampir Tercapai, Pasokan Minyak Masih Terancam



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harapan meredanya gangguan pasokan energi global mulai terbuka setelah Iran menyatakan pembicaraan dengan Oman untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz hampir mencapai kesepakatan.

Namun, pembukaan jalur strategis minyak dunia tersebut masih terganjal sejumlah tuntutan Iran terhadap Amerika Serikat (AS).

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan Iran dan Oman sudah sangat dekat mencapai kesepakatan mengenai jalur pelayaran baru di Selat Hormuz.


Kedua negara kini membahas rute sementara sembari menyelesaikan persoalan teknis dan hukum untuk membentuk jalur permanen.

Baca Juga: Trump Bantah Iran-Oman Akan Kendalikan Selat Hormuz, Ancam Oman dalam Negosiasi

Namun, Araqchi menegaskan kesepakatan dengan Oman saja belum cukup untuk membuka kembali Selat Hormuz. Iran masih menuntut sejumlah syarat, termasuk kompensasi dari AS.

Skema pemisahan lalu lintas kapal yang sebelumnya digunakan di Selat Hormuz juga sudah tidak dapat diterima Teheran.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal penting bagi pasar energi karena sekitar seperlima pengiriman minyak dan gas dunia sebelumnya melewati Selat Hormuz.

Gangguan terhadap jalur tersebut berisiko menekan pasokan energi global dan mendorong kenaikan harga minyak.

Seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya mengatakan Washington melihat adanya kemajuan dalam pembicaraan Iran dan Oman serta memperkirakan kesepakatan segera tercapai.

"Ada kemajuan antara Oman dan Iran terkait selat tersebut, dan kami memperkirakan kesepakatan segera tercapai," ujar pejabat AS tersebut kepada Reuters, Jumat (7/8/2026).

Baca Juga: Konflik Iran-AS Kian Panas, Transfer Minyak di Teluk Oman Melambat

AS, menurut pejabat tersebut, akan mencabut blokade terhadap pelabuhan Iran setelah kesepakatan diumumkan dan pelayaran komersial dapat kembali berlangsung tanpa hambatan.

"Setelah kesepakatan diumumkan untuk memulihkan pelayaran komersial tanpa hambatan, Amerika Serikat akan mencabut blokade pelabuhan Iran," katanya.