KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penerbitan surat utang korporasi di 2022 bergantung pada kondisi terkait pandemi Covid-19 dan varian baru yang tidak bisa diprediksi. Namun, pertumbuhan penerbitan surat utang korporasi tercatat meningkat hingga November. Berdasarkan data PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) penerbitan surat utang listed seperti obligasi korporasi, sukuk, prepetual, sekuritisasi, DINFRA dan SBK hingga November mencapai Rp 93,99 triliun. Sementara, di periode yang sama tahun lalu penerbitan lebih rendah di Rp 77,53 triliun. Namun, penerbitan surat utang non listed mencakup medium term notes (MTN) hingga November mencapai Rp 4,15 triliun. Angka tersebut lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu yang berada di Rp 6,93 triliun.
Ketidakpastian Masih Selimuti Prospek Penerbitan Obligasi korporasi pada Tahun 2022
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penerbitan surat utang korporasi di 2022 bergantung pada kondisi terkait pandemi Covid-19 dan varian baru yang tidak bisa diprediksi. Namun, pertumbuhan penerbitan surat utang korporasi tercatat meningkat hingga November. Berdasarkan data PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) penerbitan surat utang listed seperti obligasi korporasi, sukuk, prepetual, sekuritisasi, DINFRA dan SBK hingga November mencapai Rp 93,99 triliun. Sementara, di periode yang sama tahun lalu penerbitan lebih rendah di Rp 77,53 triliun. Namun, penerbitan surat utang non listed mencakup medium term notes (MTN) hingga November mencapai Rp 4,15 triliun. Angka tersebut lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu yang berada di Rp 6,93 triliun.