Kinerja ciamik, pendapatan layanan XL Axiata (EXCL) tumbuh 8% hingga kuartal III-2020



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT XL Axiata Tbk (EXCL) hingga kuartal III-2020 masih positif. Buktinya perusahaan telekomunikasi ini berhasil mencetak kenaikan pendapatan layanan (service revenue) 8% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 18,3 triliun.

Selain itu, pendapatan dari layanan data juga tumbuh 12% yoy, dan sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap total pendapatan layanan perusahaan menjadi sebesar 92%.

Asal tahu saja, total pendapatan EXCL hingga akhir September 2020 lalu naik 5,02% menjadi Rp 19,66 triliun. Pada periode Januari-September 2019 lalu, total pendapatan XL Axiata masih Rp 18,70 triliun.


Presiden Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarini mengatakan, pandemi Covid-19 berdampak pada daya beli masyarakat yang juga dirasakan oleh semua operator. Turunnya daya beli masyarakat ini ternyata tidak menurunkan intensitas kompetisi di industri. 

Baca Juga: Laba bersih Telekomunikasi Indonesia (TLKM) naik 2,55% hingga kuartal III-2020

Semua operator justru berlomba menawarkan berbagai produk, yang selain disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat untuk tetap tetap produktif dan akses ke hiburan, juga disesuaikan dengan kemampuan beli masyarakat.

"Kami bisa lihat produk-produk dengan harga yang lebih terjangkau atau bonus yang lebih banyak. Karena itu kami berupaya keras untuk bisa mempertahankan kinerja dengan mendorong penjualan dan di saat yang sama melakukan efisiensi di hampir semua lini bisnis. Hasilnya, kami masih mampu meraih pertumbuhan di periode sembilan bulan tahun ini,” ujar Dian dalam siaran resmi yang diterima Kontan.co.id, Kamis (5/11).

Sepanjang sembilan bulan 2020 ini, XL Axiata juga berhasil meraih EBITDA sebesar Rp 9,9 triliun, meningkat 34% yoy. Laba bersih setelah pajak pada sembilan bulan pertama tahun ini tercatat Rp 2,1 triliun. 

Secara kuartal, pada periode kuartal ketiga 2020 ini, EBITDA juga berhasil tumbuh 3% dari kuartal sebelumnya (QoQ), dan laba bersih setelah pajak mencapai sebesar Rp 331 miliar.

Editor: Anna Suci Perwitasari