KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hampir semua emiten pertambangan anggota holding BUMN pertambangan MIND ID telah merilis laporan keuangan tahun 2025. Hasil kinerja emiten MIND ID pun dinilai mencerminkan tren pergerakan harga komoditas terkait sepanjang tahun lalu. Salah satu emiten MIND ID yakni PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencetak kinerja gemilang. Pendapatan ANTM meningkat 22% year on year (yoy) menjadi Rp 84,64 triliun pada 2025.
Laba bersih tahun berjalan ANTM juga melesat 106% yoy menjadi Rp 7,92 triliun.
Baca Juga: Proyek Hilirisasi Mulai Groundbreaking, Ini Rekomendasi Saham Emiten MIND ID Sepanjang 2025, segmen emas berkontribusi sekitar 79% terhadap pendapatan ANTM, di mana pendapatan perusahaan dari segmen tersebut tumbuh 15% yoy menjadi Rp 66,47 triliun. Segmen nikel berupa produk feronikel dan bijih nikel mencatat kontribusi sebesar 18% terhadap pendapatan ANTM, yang mana pendapatan dari segmen tersebut melesat 56% yoy menjadi Rp 14,85 triliun. Pendapatan ANTM dari segmen bauksit dan alumina juga meningkat 62% yoy menjadi Rp 2,92 triliun pada 2025, dengan kontribusi sebesar 3% dari total pendapatan perusahaan. “Capaian kinerja ANTM pada 2025 memperkuat posisi sebagai perusahaan pertambangan mineral terintegrasi yang berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang dan mampu berkontribusi secara berkelanjutan bagi pemegang saham, pemangku kepentingan, dan pembangunan industri nasional,” ungkap Direktur Utama Aneka Tambang Untung Budiharto dalam keterbukaan informasi, Selasa (31/3/2026) malam.
Baca Juga: Dorong Hilirisasi Batubara, Mind Id Menggandeng Pertamina, Simak Dampaknya ke PTBA Sebaliknya, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengalami penurunan kinerja keuangan. Pendapatan PTBA terkoreksi 0,26% yoy menjadi Rp 42,65 triliun pada 2025. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk PTBA juga menyusut 42,55% yoy menjadi Rp 2,93 triliun.
Direktur Utama PTBA Arsal Ismail mengatakan, di tengah tekanan harga batubara global sepanjang 2025, PTBA tetap mampu mempertahankan kinerja operasional yang solid. “Perusahaan juga mencatat perbaikan profitabilitas secara kuartalan, didorong oleh optimalisasi portofolio pasar ekspor dan peningkatan efisiensi biaya," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (1/4/2026). Dari sisi operasional, PTBA meraih kenaikan penjualan batubara 6% yoy menjadi 45,42 juta ton. Sayangnya, harga jual rata-rata batubara emiten tersebut turun 6% yoy. Untuk 2026, PTBA menargetkan volume penjualan batubara sebanyak 49,51 juta ton.
Baca Juga: Meneropong Prospek Kinerja Emiten MIND ID pada 2026, Bagaimana Rekomendasinya? Sementara itu, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) membukukan kenaikan pendapatan 4,18% yoy menjadi US$ 990,19 juta pada akhir 2025. Pada periode yang sama, laba bersih tahun berjalan INCO melonjak 31,68% yoy menjadi US$ 76,06 juta. Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Arinda Izzaty mengatakan, kinerja keuangan yang beragam dari emiten-emiten MIND ID pada dasarnya cukup merefleksikan dinamika harga komoditas global. Ambil contoh, kenaikan signifikan pendapatan dan laba bersih ANTM tak lepas dari kuatnya harga emas dan nikel sepanjang tahun lalu serta optimalisasi volume penjualan, sehingga leverage terhadap kenaikan harga komoditas sangat terlihat pada lonjakan laba.
Di sisi lain, pelemahan laba PTBA mencerminkan normalisasi harga batubara setelah supercycle pada 2022—2023 yang disertai tekanan biaya dan kewajiban domestic market obligation (DMO).
Baca Juga: Menakar Kinerja Emiten Anggota MIND ID di Kuartal III, Simak Rekomendasi Sahamnya “INCO diuntungkan oleh stabilisasi harga nikel dan efisiensi operasional,” imbuh dia, Rabu (1/4/2026). Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi menambahkan, kinerja PTBA pada 2026 berpeluang pulih seiring rebound harga batubara global di tengah gejolak di Timur Tengah.