Kinerja membaik, Merck Indonesia (MERK) bidik pertumbuhan 3% di tahun ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan sains dan teknologi, PT Merck Tbk (MERK) membidik pertumbuhan kinerja yang positif di tahun ini. Kendati kondisi pandemi Covid-19 masih berlangsung, manajemen optimistis perseroan dapat membukukan pertumbuhan pada kinerja pendapatan sebesar 3% dari torehan di tahun 2020. 

Presiden Direktur MERK Evie Yulin menyampaikan, secara angka pertumbuhan 3% itu terlihat kecil, akan tetapi dia meyakini bahwa MERK masih akan tetap tumbuh jauh di atas pasar yang diprediksikan minus 1,9% berdasarkan proyeksi dari IQVIA.

"Perlu dicatat, pertumbuhan 3% ini terlihat kecil tetapi kita akan tumbuh tetap jauh di atas market. Prediksi pertumbuhan market di 2021 itu hanya minus 1,9% jd kita cukup tinggi di atas market," kata Evie dalam Paparan Publik Virtual, Rabu (16/6). 


Baca Juga: Merck (MERK) bagikan dividen final Rp 54,65 miliar atau Rp 122 per saham

Sebagai gambaran, MERK membukukan pendapatan sebesar Rp 655,84 miliar di tahun lalu. Angka tersebut menurun 11,92% secara tahunan atau yoy dari semula Rp 744,63 miliar di tahun 2019. Begitu pun dengan torehan laba perusahaan yang terkontraksi 8,12% menjadi Rp 71,90 miliar di akhir Desember 2020. 

Evie memaparkan, keoptimisan MERK didorong oleh sejumlah peluang bisnis yang hadir di tahun ini. Seperti misalnya di lini bisnis produk fertility atau kesuburan, yang tercatat mengalami peningkatan penjualan di sepanjang kuartal I-2021. Dia menyebut, hal itu terjadi karena klinik-klinik yang sebelumnya tutup karena pandemi, sudah mulai berjalan kembali di tahun ini.  

"Klinik-klinik penanganan bayi tabung yang pada tahun 2020 banyak sekali tutup karena pandemi, saat ini sudah mulai aktif dan berjalan normal dengan protokol kesehatan yang sangat ketat. Di situ kita melihat kita punya peluang besar untuk meningkatkan bisnis kita di fertility market," paparnya. 

Produk fertility merupakan salah satu produk unggulan MERK sehingga diproyeksikan akan menjadi kontributor pendapatan yang cukup besar untuk ke depannya. Dia bilang, produk fertility sebenarnya memiliki range pasar yang luas, hanya saja penetrasinya masih rendah sehingga awareness ke masyarakat harus ditingkatkan. 

Editor: Handoyo .