Kinerja tetap ciamik, saham-saham ini mampu menahan laju penurunan IHSG pada Oktober



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hingga Oktober 2019 kinerja IHSG tercatat anjlok lebih dari 3%, beruntungnya merosotnya kinerja IHSG ini tertolong akan penguatan beberapa emiten.

Sepanjang Oktober 2019, kinerja IHSG tercatat anjlok lebih dari 3% dengan saham-saham seperti BBCA, CPIN, PGAS, GGRM, SMGR, TPIA dan INTP jadi saham penopang penguat Indeks. 

Analis Bina Artha Sekuritas Muhammad Nafan Aji menuturkan pergerakan saham TPIA yang hingga (18/10) menguat dan jadi jawara IHSG dipengaruhi oleh isu akan mergernya emiten kimia ini dengan anak usahanya yang menyebabkan harga saham emiten ini meningkat.


TPIA terkait dengan merger, karena ketika ada isu merger yang sedang berkembang, hal ini membuat harga sahamnya meningkat. Selain itu dampak merger ini akan membuat aset emiten meningkat, bisa ekspansi bisnis, dan bagus untuk kinerja fundamental dalam jangka panjang,” Jelas Nafan yang dihubungi Jumat (18/10).

Nafan melihat adanya peluang TPIA akan terus menguat hingga akhir tahun nanti meskipun terdapat beberapa indikator teknikal yang menunjukkan telah terjadinya overbought pada saham TPIA. 

Baca Juga: IHSG menguat 0,18% ke 6.191 di akhir perdagangan pekan ini

Nafan merekomendasikan untuk hold TPIA di level 11.175 untuk diakumulasikan dalam jangka panjang.

Sementara itu terkait CPIN, GGRM maupun PGAS walaupun sempat tertekan dengan berbagai sentimen, nyatanya saham GGRM, CPIN, dan PGAS masih bisa bertahan. 

Nafan menuturkan PGAS masih menunjukkan kinerja yang positif. Pertumbuhan dan kinerja yang positif ini didorong oleh wujud komitmen PGAS dalam rangka peningkatan distribusi gas serta efisiensi dan inovasi bisnis yang dilakukan PGAS seperti pembangunan penyaluran gas untuk kebutuhan rumah tangga. 

Seperti yang diketahui, penyaluran gas alam untuk kebutuhan domestik di klaim lebih hemat dan baik ketimbang penggunaan gas pada umumnya. Dibuatnya beragam kebijakan strategis ini menurut Nafan menjadi sentimen positif yang membuat harga saham PGAS cenderung defensif terhadap sentimen-sentimen negatif yang menerpa emiten ini.

Editor: Herlina Kartika Dewi