Kirim sinyal bunga turun, ini isi pidato lengkap Ketua The Fed Jerome Powell



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Ketua Federal Reserve Jerome Powell memberi sinyal kuat pemangkasan suku bunga dalam pidato testimoninya di Kongres Amerika Serikat (AS). Powell mengatakan, ketidakpastian perdagangan dan kekhawatiran tentang prospek ekonomi global terus menekan ekonomi AS.

Dalam pidato yang disiapkan untuk Kongres AS, Rabu (10/7), Powell mengatakan, The Fed siap bertindak sebagaimana mestinya untuk mempertahankan ekspansi ekonomi AS yang sudah berlangsung selama satu dekade.

Berikut pidato pengantar lengkap Powell yang dikutip dari website The Federal Reserve:


Saya mulai dengan mengatakan bahwa kolega saya dan saya sangat mendukung pada tujuan kita yakni menciptakan lapangan kerja yang maksimal dan stabilitas harga seperti yang telah ditetapkan Kongres untuk kebijakan moneter. Kami berkomitmen untuk memberikan penjelasan yang jelas tentang kebijakan dan kegiatan kami.

Kongres AS telah memberi kami tingkat kemandirian yang penting sehingga kami dapat secara efektif mengejar tujuan-tujuan wajib kami berdasarkan analisis dan data yang objektif. Kami menghargai bahwa independensi kami membawa kewajiban untuk transparansi sehingga Anda dan masyarakat dapat meminta pertanggungjawaban kami.

Hari ini, saya akan meninjau situasi dan prospek ekonomi saat ini sebelum beralih ke kebijakan moneter. Saya juga akan memberikan pembaruan public review yang sedang berlangsung tentang kerangka kerja kami untuk menetapkan kebijakan moneter.

Situasi ekonomi saat ini dan prospeknya

Ekonomi AS berkinerja cukup baik selama paruh pertama 2019, dan ekspansi ekonomi saat ini masuk tahun ke-11. Namun, inflasi telah berjalan di bawah target Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) sebesar 2% dan arus berlawanan, seperti ketegangan perdagangan dan kekhawatiran tentang pertumbuhan global, telah membebani aktivitas ekonomi dan prospeknya.

Pasar tenaga kerja tetap sehat. Tambahan lapangan pekerjaan rata-rata 172.000 per bulan dari Januari hingga Juni. Jumlah ini lebih rendah dari rata-rata 223.000 per di tahun lalu, tetapi di atas kecepatan yang dibutuhkan untuk menyediakan pekerjaan bagi pekerja baru yang memasuki angkatan kerja.

Akibatnya, tingkat pengangguran turun dari 3,9% pada Desember 2019 menjadi 3,7% pada Juni 2019, mendekati level terendah dalam 50 tahun. Pembukaan pekerjaan tetap berlimpah, dan pengusaha semakin bersedia untuk mempekerjakan pekerja dengan keterampilan lebih sedikit dan melatih mereka. Akibatnya, manfaat dari pasar kerja yang kuat telah lebih banyak dibagikan dalam beberapa tahun terakhir. Memang, kenaikan upah lebih banyak bagi pekerja berketerampilan rendah. Namun, individu dalam beberapa kelompok demografis dan di beberapa negara bagian terus menghadapi tantangan. Misalnya, tingkat pengangguran untuk orang Amerika keturunan Afrika dan Hispanik tetap jauh di atas angka pengangguran orang kulit putih dan orang Asia.

Demikian juga, bagian populasi dengan pekerjaan lebih tinggi di daerah perkotaan daripada di masyarakat pedesaan, dan kesenjangan ini melebar selama dekade terakhir. Sebuah boks dalam Laporan Kebijakan Moneter Juli menyediakan perbandingan antara pekerjaan dan kenaikan upah atas ekspansi saat ini untuk individu-individu dengan berbagai tingkat pendidikan.

Editor: Khomarul Hidayat