Kompak, ATI dan Jasa Marga tolak penutupan ruas Tol Cawang-Tanjung Priok-Pluit



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ruas Tol Cawang-Tanjung Priok-Pluit bakal ditutup jika Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimujono menyetujui Road Bike Event yang diajukan oleh Pemerintah Daerah Jakarta.

Namun, langkah tersebut tampaknya tak akan berjalan mulus karena mendapat tentangan dari berbagai pihak. Yakni, Asosiasi Tol Indonesia (ATI) hingga PT Jasa Marga Tbk (JSMR) yang juga merupakan pemilik dari ruas tol tersebut.

Ketua ATI Kris Ade Sudiyono mengatakan, walau pihaknya tidak memiliki wewenang untuk memutuskan, namun banyak hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebelum menyelenggarakan Road Bike Event tersebut.


Baca Juga: Anies usul JIUT sebagai lintasan sepeda, ATI sampaikan penolakan

"Maka perlu disiapkan alternatif solusi yang lebih baik untuk semua pihak, agar tidak membebani Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dan pengguna jasa transportasi jalan tol," kata dia dalam keterangan tertulis yang diterima Kontan.co.id, Kamis (3/9).

Ia menambahkan, setidaknya ada sembilan hal yang harus dipertimbangkan.

Pertama, aspek traffic management. Pada jaringan jalan di DKI Jakarta berpotensi mengalami gangguan sehingga berdampak pada perubahan pola trafik di seluruh jaringan jalan, baik arteri, nasional, dan tol, di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Oleh sebab itu, perlunya kesiapan petugas yang cukup masif.

Kedua, penurunan kapasitas lajur pada jaringan tol lainnya apabila dilakukan pengalihan lalu lintas dari ruas tol Cawang-Tanjung Priok-Pluit sehingga berdampak pada tingkat keseimbangan rasio kapasitas layanan semua jaringan jalan di wilayah DKI Jakarta. Dengan begitu dikhawatirkan akan terjadi kepadatan di ruas-ruas tertentu yang dalam kondisi normal sudah menunjukkan kondisi VCR yang tinggi.

Editor: Anna Suci Perwitasari