Kondisi global makin tak pasti, bank sentral asia timur pasifik perkuat koordinasi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gubernur bank sentral di negara-negara Asia Timur dan Pasifik sepakat saling berkoordinasi dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global dan proteksionisme perdagangan. Ini agar kebijakan bank sentral mampu memperkuat ketahanan ekonomi dan stabilitas keuangan di kawasan.

Kesepakatan penguatan koordinasi tersebut dicapai dalam pertemuan eksekutif Bank Sentral Asia Timur dan Pasifik atau Executives’ Meeting of East Asia and Pacific Central Banks (EMEAP), Jumat (30/8) di Shenzhen, China.

Direktur Eksekutif Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko dalam keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id, Minggu (1/9), menjelaskan, para Gubernur dalam pertemuan tersebut sepakat bahwa meningkatnya tensi perdagangan berdampak terhadap ekonomi global.


“Sehingga diperlukan komunikasi dan diskusi terkait perumusan kebijakan Bank Sentral yang efektif guna memperkuat ketahanan ekonomi dan stabilitas sistem keuangan di kawasan,” tuturnya.

Baca Juga: Perbankan siapkan recovery plan hadapi gagal secara sistemik

Pada forum kerja sama tersebut, Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo menyampaikan dua langkah yang ditempuh BI saat ini dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Pertama, bauran kebijakan yang meliputi kebijakan moneter, makroprudensial dan sistem pembayaran disertai upaya pendalaman pasar keuangan dan peningkatan peran ekonomi dan keuangan syariah.

Kedua, koordinasi dan komunikasi kebijakan, baik dengan pemerintah dan otoritas lainnya maupun penguatan kerja sama di antara bank sentral yang ada di kawasan.

Editor: Yudho Winarto