Kongres AS selidiki penggunaan dana bantuan Covid-19 untuk belanja militer



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON D.C. Anggaran dana cukup besar yang disiapkan untuk penanganan pandemi di Departemen Pertahanan diduga telah digunakan untuk mendanai pengadaan kebutuhan militer, termasuk seragam tentara.

Laporan terbaru dari Washington Post menyebutkan bahwa pihak militer menghabiskan dana sekitar US$1 miliar yang ditujukan untuk pengadaan persediaan masker dan perlengkapan medis lainnya di bawah Defense Production Act untuk pembuatan kapal dan suku cadang pesawat.

Kontrak senilai US$ 2 juta juga diberikan kepada American Woolen Company yang berbasis di Connecticut untuk membuat seragam hijau, Army Green Service Uniform, milik tentara AS.


Baca Juga: Lampu UV buatan Jepang ini diklaim mampu bunuh virus corona

Ellen Lord, wakil ketua Departemen Pertahanan bidang akuisisi dan pengadaan, membela pengeluaran tersebut dan berterima kasih atas sumber daya untuk melindungi kemampuan pertahanan utama.

"Kita perlu selalu ingat bahwa keamanan ekonomi dan keamanan nasional saling terkait erat dan basis industri kita benar-benar merupakan penghubung keduanya," ungkap Lord seperti dikutip Military.com.

Sayangnya, hal ini tidak bisa diterima oleh Adam Smith, ketua Komite Angkatan Bersenjata kongres. Ia mengutuk pengalihan dana tersebut.

"Alih-alih fokus pada strategi yang jelas dan terkoordinasi untuk memperoleh pasokan medis yang diperlukan untuk menanggapi krisis Covid-19, Administrasi Trump justru memainkan alokasi miliaran dolar ini untuk kebutuhan militer," ungkap Smith, Selasa (22/9).

Smith menyoroti permohonan anggaran Pentagon yang terus meningkat dari tahun ke tahun, yang sebenarnya sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan internal departemen.

Baca Juga: Lantang! Kuba sebut AS ancaman keamanan dunia di sidang PBB