Konsumsi listrik dan industri ditaksir anjlok, pasar batubara domestik kian ketat



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Konsumsi batubara di pasar domestik diprediksi bakal lebih rendah dari target yang dipatok untuk tahun 2020. Hal itu terjadi seiring dengan lesunya industri, serta merosotnya permintaan listrik, yang menjadi segmen terbesar pengguna batubara di dalam negeri.

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa mengatakan, permintaan listrik di tahun ini berpotensi di bawah Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) PT PLN (Persero).

Fabby menggambarkan, dengan perkiraan permintaan listrik yang lebih rendah 10%-12% dari target RKAP, maka diestimasikan permintaan batubara akan terpangkas 20 juta - 25 juta ton di tahun ini.


Baca Juga: Revisi RKAP masih proses, ini strategi PLN pertahankan kinerja di tengah wabah corona

Dia membeberkan, kebutuhan batubara untuk kelistrikan di Kuartal I hanya mencapai 25,6 juta ton. Sementara di kuartal II, diprediksi akan turun menjadi 20 juta-22 juta ton. Adapun untuk kuartal III dan IV ditaksir berada di level 26 juta ton.

Sehingga, dia memprediksi kebutuhan batubara untuk kelistrikan di tahun ini berkisar di angka 98 juta-100 juta ton. "Untuk industri juga turun. Jadi total batubara domestik kira-kira 120 juta - 125 juta ton di tahun ini," sebut Fabby kepada Kontan.co.id, Kamis (4/6).

Editor: Anna Suci Perwitasari