KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Melansir data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), ada tujuh tambang raksasa generasi pertama yang menanti kepastian perpanjangan Perjanjian Kerjasama Pengusahaan Pertambangan Batu bara (PKP2B) dan perubahan status menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus Operasi Produksi (IUPK-OP). Empat dari tujuh tambang tersebut merupakan milik perusahaan terbuka yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), yakni PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Indika Energy Tbk (INDY), dan PT Adaro Energy Tbk (ADRO). Baca Juga: Alfa Energi (FIRE) menyisakan dana buyback saham Rp 4,7 miliar
Kontrak tambang tiga emiten batubara segera berakhir, mana yang paling prospektif?
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Melansir data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), ada tujuh tambang raksasa generasi pertama yang menanti kepastian perpanjangan Perjanjian Kerjasama Pengusahaan Pertambangan Batu bara (PKP2B) dan perubahan status menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus Operasi Produksi (IUPK-OP). Empat dari tujuh tambang tersebut merupakan milik perusahaan terbuka yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), yakni PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Indika Energy Tbk (INDY), dan PT Adaro Energy Tbk (ADRO). Baca Juga: Alfa Energi (FIRE) menyisakan dana buyback saham Rp 4,7 miliar