Korea Utara: AUKUS akan digunakan AS untuk mengusik keamanan dunia



KONTAN.CO.ID - PYONGYANG. Aliansi pertahanan AUKUS kembali menjadi target kritik Korea Utara. Kali ini Korea Utara menilai bahwa pakta tersebut adalah alat yang dibuat AS untuk meresahkan dunia. 

Aliansi AUKUS, yang terdiri dari Australia, Inggris, dan AS, diresmikan pada bulan September 2021 lalu. Program pertama yang sedang dijalankan saat ini adalah membantu Australia dalam memperoleh delapan unit kapal selam bertenaga nuklir.

Pada hari Senin (29/11), situs resmi Kementerian Luar Negeri Korea Utara merilis artikel yang di dalamnya mengatakan masyarakat internasional harus waspada terhadap AUKUS yang akan membawa awan gelap perang nuklir ke dunia.


"Kekhawatiran datang dari fakta bahwa platform keamanan berencana untuk mentransfer teknologi kapal selam bertenaga ke Australia dari AS, negara perang dan invasi terbesar di dunia," ungkap Korea Utara, seperti dikutip Yonhap.

Baca Juga: Soroti pengadaan kapal selam nuklir, China sebut Australia bukan pembela perdamaian

Memicu perlombaan senjata nuklir

Kritik keras Korea Utara atas kehadiran AUKUS telah disampaikan sejak lama. Korea Utara adalah satu negara pertama yang menyampaikan keberatan atas dibentuknya aliansi trilateral tersebut.

Pada bulan September lalu, Kementerian Luar Negeri Korea Utara dalam pernyataannya mengungkapkan bahwa itu adalah tindakan yang sangat tidak diinginkan dan berbahaya yang akan mengganggu keseimbangan strategis di kawasan Asia-Pasifik.

"Langkah tersebut bisa memicu rantai perlombaan senjata nuklir. Ini menunjukkan bahwa AS adalah pelaku utama yang menggulingkan sistem non-proliferasi nuklir internasional," kata kementerian seperti dikutip Channel News Asia dari KCNA.

Baca Juga: Korea Utara: Kapal selam Australia bisa memicu perlombaan senjata nuklir