Kota Ho Chi Minh berubah menjadi kota hantu di Vietnam, ini ceritanya



KONTAN.CO.ID - HO CHI MINH CITY. Sudah sebulan lamanya, Linh Ho, seorang ibu dari dua anak dan seorang penjual sayur di distrik China Kota Ho Chi Minh, mengalami penurunan pendapatan yang tajam.

"Sejak awal wabah, saya harus bersembunyi untuk menjual produk saya. Ada sedikit peluang untuk menjual karena pelanggan tetap saya tidak dapat menemukan saya," kata ibu berusia 56 tahun itu kepada The Straits Times di kios daruratnya.

Asal tahu saja, ibu kota Vietnam itu telah menutup kegiatan bisnis dan sosial sejak awal Juli, setelah mencatatkan ribuan kasus Covid-19. Sekarang, kota ini menyumbang sebagian besar kasus corona di negara tersebut.


Setelah penutupan pasar basah, termasuk dua pasar grosir yang biasanya menyediakan makanan bagi kota, penduduk hanya dapat berbelanja di jaringan supermarket yang ditunjuk. Desas-desus tentang kekurangan bahan pasokan telah menyebabkan antrean panjang untuk bahan makanan, di mana banyak warga yang harus mengantre selama berjam-jam.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Singapura catat rekor tertinggi dalam 10 bulan, ini penyebabnya

Ketika ditanya mengapa dia mengambil risiko melanggar hukum dengan terus berdagang, Linh berkata: "Saya tidak melakukan kesalahan. Saya tidak mencuri atau merampok siapa pun. Keluarga saya telah menjual sayuran selama 40 tahun. Saya tidak punya pilihan lain selain meneruskan kegiatan ini."

Melansir The Straits Times, Vietnam umumnya berhasil menjaga kasus virus corona relatif rendah sejak pandemi dimulai, dengan kontrol perbatasan yang ketat, pengujian massal, dan penguncian yang ditargetkan. Namun, klaster baru telah muncul dalam beberapa pekan terakhir, memicu kekhawatiran.

Baca Juga: Bahrain menambah larangan masuk warga dari 16 negara, Indonesia salah satunya

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie