Krisis diplomatik, Macron tarik duta besar Prancis dari AS dan Australia



KONTAN.CO.ID -   PARIS. Ketegangan diplomatik antara Prancis dengan Amerika Serikat (AS) dan Australia semakin memanas.

Krisis diplomatik yang belum pernah terjadi sebelumnya tersebut memuncak pada hari Jumat (17/9), saat Prancis menarik duta besarnya dari kedua negara terkait kesepakatan keamanan trilateral yang menenggelamkan kontrak kapal selam rancangan Prancis senilai US$ 40 miliar.

Melancir Reuters, Sabtu (18/9), keputusan langka yang diambil Presiden Prancis Emmanuel Macron menunjukkan keseriusan masalah ini, kata Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian dalam sebuah pernyataan.


Pada hari Kamis, Australia mengatakan akan membatalkan kesepakatan senilai US$ 40 miliar dengan Grup Angkatan Laut Prancis untuk membangun armada kapal selam konvensional dan sebaliknya akan membangun setidaknya delapan kapal selam bertenaga nuklir dengan teknologi AS dan Inggris setelah mencapai kemitraan keamanan trilateral. Prancis menyebut keputusan Australia itu ibarat menusuk dari belakang.

Baca Juga: China kecam aliansi baru AS yang sangat merusak perdamaian kawasan

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan Amerika Serikat menyesali keputusan Prancis dan bahwa Washington telah berhubungan dekat dengan Prancis mengenai hal itu. Pejabat itu mengatakan Amerika Serikat akan terlibat dalam beberapa hari mendatang untuk menyelesaikan perbedaan dengan Prancis. 

Seorang juru bicara perdana menteri Australia menolak berkomentar tentang masalah ini.

Sebuah sumber diplomatik di Prancis mengatakan ini adalah pertama kalinya Paris menarik duta besarnya sendiri dengan cara ini. Pernyataan kementerian luar negeri tidak menyebutkan Inggris, tetapi sumber diplomatik mengatakan Prancis menganggap Inggris telah bergabung dengan kesepakatan itu secara oportunistik.

"Kami tidak perlu mengadakan konsultasi dengan duta besar (Inggris) kami untuk mengetahui apa yang harus dilakukan atau untuk menarik kesimpulan apa pun," tambah sumber itu.

Le Drian mengatakan kesepakatan itu tidak dapat diterima.

Baca Juga: Inggris dan Amerika Akan Membantu Australia Untuk Memperoleh Kapal Selam Nuklir

"Pengabaian proyek kapal selam ... dan pengumuman kemitraan baru dengan Amerika Serikat yang bertujuan meluncurkan studi baru untuk kemungkinan kerja sama propulsi nuklir di masa depan adalah perilaku yang tidak dapat diterima di antara sekutu," katanya dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat.

Editor: Noverius Laoli