KSPI perkirakan akan ada gelombang kedua PHK akibat covid-19



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal memperkirakan akan ada gelombang kedua pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat Covid-19.

Said Iqbal mengatakan, setelah sebelumnya sudah ada jutaan pekerja di sektor industri pariwisata, UMKM, penerbangan dan logistik yang di-PHK dan dirumahkan, maka di gelombang kedua ini yang terdampak adalah pekerja di industri manufaktur, baik padat karya dan padat modal seperti industri tekstil, garmen, makanan, elektronik dan otomotif. Dia memperkiakan ada ratusan ribu pekerja yang terdampak.

Baca Juga: Kekhawatiran terhadap Covid-19 meningkat, optimisme konsumen makin menurun


Dia mengatakan, gelombang kedua ini disebabkan semakin berkurangnya bahan baku impor karena berbagai negara yang menerapkan lockdown, sementara bahan baku di dalam negeri hanya mampu memenuhi kebutuhan 30%. Tak hanya itu, nilai tukar rupiah yang semakin tertekan terhadap dolar pun disebut mempengaruhi kinerja perusahaan.

"Harga mata uang terhadap dolar tertekan. Beli bahan baku impor, jual barang jadinya rupiah, itu pasti buntung. Daripada rugi, pasti perusahaan mengurangi jumlah karyawan, PHK. Ratusan ribu itu bisa. Tetapi saaya tidak bisa memastikan jumlahnya  karena tiap sektor industri ini berbeda-beda kebutuhan bahan bakunya," terang Said Iqbal kepada Kontan.co.id, Rabu (3/6).

Baca Juga: Sekitar 1.000 karyawan AirAsia Indonesia terdampak pandemi virus corona (Covid-19)

Said Iqbal pun menyoroti langkah pemerintah yang ingin menerapkan kenormalan baru (new normal). Menurut dia, tanpa menerapkan new normal pun, masih banyak buruh yang tetap bekerja.

Editor: Noverius Laoli