Kuasai pasar 59,6%, kinerja Telkomsel disokong layanan data dan digital



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri telekomunikasi mengalami pergeseran yang menyebabkan penurunan dalam pendapatan legacy (suara dan sms) dan peningkatan dalam bisnis data dan digital.

Penurunan legacy terjadi karena akibat dari penurunan lalu lintas suara dan pesan singkat akibat dari Disrupsi OTT (over the top).

PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel), anak usah PT Telkom Indonesia mencatatkan penguasaan pasar pelanggan industri seluler domestik mencapai 59,6% pada tahun 2019.


Baca Juga: Perang Tarif Mereda, Layanan Data Mengangkat Kinerja Operator

Naik 0,5% dari 2018 dengan jumlah pelanggan Telkomsel mencapai 171,2 juta. Sementara laba bersih Telkomsel mengalami pertumbuhan yang sangat kecil yaitu 25,5% pada 2018 menjadi 28,8% pada 2019.

"Pada tahun 2017 pertengahan ada fenomena penurunan layanan data, pada 2018 juga industri Telkomsel ada penurunan karena adanya perang harga layanan data. Untuk layanan data di bandingkan dengan negara-negara lain kita cukup rendah daripada Filipina, Thailand, dan China," kata Ririek Adriansyah, Direktur Utama PT Telkom Indonesia pekan lalu.

Cakupan 4G juga sudah hampir 100% di seluruh Indonesia. Cakupan 4G 95,2%, 3G 86,2%, 2G 97,7%. Peningkatan dalam pendapatan Telkomsel ditopang dari layanan data dan digital seiring dengan peningkatan lalu lintas data.

"Pendapatan Telkomsel dilatarbelakangi oleh peningkatan jumlah absolute pada bisnis data sebesar Rp 9,2 triliun namun pendapatan suara dan SMS turun sebesar Rp 7,3 triliun," ujarnya.

Editor: Yudho Winarto