Laba Aneka Tambang (ANTM) turun dalam, begini rekomendasi analis



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 32,71 triliun pada tahun lalu, naik 29,44% dari realisasi penjualan tahun sebelumnya yang hanya Rp 25,27 triliun.

Namun, laba bersih emiten konstituen Indeks Kompas100 ini justru menyusut. ANTM mengantongi laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 193,85 miliar atau turun 88,15% secara tahunan.

Penurunan laba bersih ditengarai akibat naiknya pos beban. Beban pokok penjualan misalnya, melonjak 37,15% menjadi Rp 28,27 triliun.


Baca Juga: Mayoritas penjualan komoditas Aneka Tambang (ANTM) naik pada tahun lalu

Meski demikian, analis menilai emiten ini masih memiliki prospek yang cerah. Analis MNC Sekuritas Catherina Vincentia menilai, ketidakpastian ekonomi saat ini justru menjadi peluang bagi ANTM karena hal tersebut meningkatkan permintaan atas komoditas emas.

Per 26 Maret 2020, Catherina bilang harga emas telah meningkat 22,32% secara tahunan atau year-on-year (YoY) ke level US$ 1.616 per troy ounce.

Baca Juga: Penyebab laba Aneka Tambang (ANTM) merosot 88,15 % pada 2019

“Meningkatnya permintaan atas feronikel untuk baterai mobil listrik juga akan mendorong penjualan feronikel,” ujar Catherina kepada Kontan.co.id, Kamis (16/4).

MNC Sekuritas memproyeksikan penjualan emas ANTM dapat mencapai Rp 22,26 triliun (naik 10,56% secara YoY) pada 2020. Sementara penjualan feronikel diproyeksikan mencapai Rp 7,94 triliun (naik 25,23%) pada akhir 2020.

Editor: Noverius Laoli