Laba Bank Central Asia (BBCA) diproyeksi turun 25% di kuartal II, Mirae sarankan beli



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hasil kinerja PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) akan lebih lambat di kuartal II tahun ini. Kinerja pada kuartal II tahun ini melambat karena tingginya biaya provisi. 

Lee Young Jun Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia dalam riset 22 Juli 2020 menjelaskan, pada kuartal II tahun ini, laba bersih BBCA akan di Rp 5 triliun atau turun 25,1% secara year on year (yoy). Penghasilan melambat kemungkinan didorong biaya provisi yang tinggi yakni naik 325% secara yoy. 

Baca Juga: Restrukturisasi Kredit Bank BCA, Ini Dampak Ke Kinerja dan Harga Saham BBCA


Sementara pendapatan bunga bersih masih akan naik 10,6% secara yoy dengan total pendapatan operasional meningkat 10,0% secara yoy dan tetap solid. Faktanya, pendapatan BBCA (bank saja) membukukan Rp 1,2tr pada Mei 2020. Angka terendah dalam lima tahun terakhir. Sementara pertumbuhan pendapatan kumulatif dalam lima bulan berubah menjadi negatif -3,5% karena provisi melonjak ke Rp 2,5 triliun pada Mei 2020 dibanding rata-rata Rp 767 miliar di Januari-April pada tahun 2020. 

"Kami percaya provisi besar lainnya pada Juni setelah gelombang rasio kredit macet pada tahun 2020," terang Lee Young Jun seperti dikutip dalam riset 22 Juli 2020. Biaya penyisihan BBCA pada kuartal II tahun ini mencapai puncak tertinggi dan mungkin stabil cenderung turun pada semester II tahun ini. 

Di sisi lain, Lee berharap, pertumbuhan pendapatan akan lebih yang solid karena pertumbuhan kredit korporasi diproyeksikan lebih baik dan tumbuh dua digit. Selain itu, biaya dana BBCA lebih terkendali. 

"Kami pikir BBCA telah mengelola beban administrasi, umum, dan penjualan (SG&A) dengan baik sehingga pertumbuhan biaya negatif dan dapat mendukung bottom line," kata Lee Young Jun dalam riset. 

Baca Juga: Cerita bos BCA, pengajuan KPR saat corona tetap ramai, jumlah per hari fantastis

Sebagai referensi, biaya beban administrasi, umum, dan penjualan (SG&A) BBCA turun 17,1% secara yoy di Mei dan turun 17,3% di April 2020.

Editor: Avanty Nurdiana