Laba bersih Pegadaian tumbuh 6,36% pada kuartal I-2020, berikut penopangnya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pegadaian (Persero) masih mencatatkan kinerja positif sepanjang kuartal pertama tahun ini. Pegadaian masih mampu mencatatkan pertumbuhan laba bersih 6,36% year on year (yoy) menjadi Rp 849,5 miliar hingga Maret 2020.

Kinerja itu ditopang oleh pertumbuhan pembiayaan 18,63% yoy menjadi Rp 40,54 triliun. Sedangkan oustanding loan ikut tumbuh 4,66% yoy menjadi Rp 52,7 triliun. 

Di sisi lain pendapatan non bunga atau fee based income melonjak 54,6% yoy menjadi Rp 7,9 miliar. Hal ini terjadi lantaran Pegadaian mampu memperluas layanan dengan pertumbuhan nasabah 5,17% menjadi 14,57 juta orang. 


Baca Juga: Cek nilai barang gadai lewat Pegadaian Digital lebih praktis, begini caranya

Walau masih tumbuh hingga kuartal pertama 2020, Pegadaian tetap mewaspadai dampak Covid-19 terhadap bisnis. 

Sekretaris Perusahaan Pegadaian R Swasono Amoeng Widodo menyebut perusahaan telah melakukan stress test tiga bulan, enam bulan, hingga 12 bulan sejak kasus corona pertama mencuat di Indonesia yakni Maret 2020.

“Hasil stress test itu sampai Desember 2020, kita masih laba. Target laba 2020 senilai Rp 3,3 triliun naik dari laba 2019 senilai Rp 3,1 triliun. Pencapaian laba Maret 2020 masih on the track. Dalam kertas hasil stress test, laba Pegadaian di akhir tahun masih 75% dari target laba,” ujar Amoeng pada akhir pekan lalu. 

Ia menyebut hingga April 2020 untuk bisnis gadai masih mencatatkan outstanding senilai Rp 49 triliun. Padahal pada April 2019 hanya Rp 34 triliun 2019. Namun untuk bisnis non gadai mengalami penurunan. Sayangnya ia tidak merinci angkanya.

Guna mempertahankan bisnis dan mengoptimalkan laba, Pegadaian telah menyiapkan beberapa langkah strategis. Amoeng menyebut akan menekan pembiayaan bermasalah atau non performing financing (NPF).

Oleh sebab itu, Pegadaian akan lebih selektif dalam menyalurkan pembiayaan ultra mikro. Selain itu, ia menyebut Pegadaian menekan bisnis non gadai yang lebih berisiko dan memperbesar bisnis gadai.

Editor: Herlina Kartika Dewi