Lengser dari Presiden AS, bisnis hotel Donald Trump terganggu



KONTAN.CO.ID - Texas. Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menghadapi masalah. Pasca lengser dari kursi Presiden AS, bisnis Donald Trump juga ikut terganggu.

Sebuah agen pemesanan perjalanan mewah diam-diam menghapus semua daftar hotel dan resort mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, dari layanan elite “khusus undangan” awal bulan ini.

Virtuoso Travel, yang berbasis di Texas dan khusus menawarkan layanan perjalanan dengan pengalaman liburan mewah, mencoret semua hotel Trump sebagai properti mitranya menurut Zenger News. Washington Post melaporkan, sebelumnya agen tersebut mempertimbangkan enam dari 10 hotel Trump di jaringan mitra Virtuoso.


Dengan itu, para pelancong dapat mendapatkan fasilitas perlakuan VIP dan akses khusus. Tapi Daily Mail melaporkan pada Rabu (24/3/2021), masih belum jelas enam hotel mana yang sebelumnya terdaftar oleh perusahaan, yang lalu dihapus dari website.

Virtuoso sebelumnya mempromosikan kemitraan dengan Trump International Hotel di Washington DC sebelum pembukaannya pada 2016. Siaran pers pada saat itu mengatakan, kerja sama itu akan membuat agen perjalanan itu terhubung dalam “landmark terhormat bangsa kita (AS).”

Baca juga: Penyebab kekayaan Donald Trump turun selama menjabat Presiden AS

Selain hotel di ibu kota AS, Trump memiliki enam hotel lain di Amerika Utara: Albemarle Estate Di Charlottesville, Virginia; Hotel Internasional Trump di Las Vegas, Nevada, dan Waikiki, Hawaii; National Doral Di Miami; dan Trump International Hotel and Tower di Chicago dan New York City.

Di Skotlandia Trump juga memiliki Macleod House & Lodge, serta Trump Turnberry. Ada juga Trump International Golf Links & Hotel di Irlandia.

"Trump Hotels tidak lagi menjadi bagian dari jaringan Virtuoso," kata juru bicara Virtuoso Misty Belles mengonfirmasi pemeberitaan.

Menurutnya, pihaknya telah mempertimbangkan banyak variabel saat meninjau partisipasi jaringan yang sudah ada dan yang baru. Untuk menghormati semua pihak yang terlibat, dan sebagai kebijakan umum, Virtuoso menolak membagikan informasi mengenai keputusan penghentian perpanjangan kerja sama pihaknya dengan mitra.

Editor: Adi Wikanto