Likuiditas mumpuni, bank daerah kebut restrukturisasi kredit



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tak cuma bank berskala nasional, sejumlah bank daerah kini juga terus berupaya merestrukturisasi kredit debiturnya yang terimbas pandemi. Direktur Pemasaran dan Syariah PT Bank Sulselbar Rosmala Arifin bilang, perseroan hingga kini berproses melakukan penilaian terhadap debiturnya yang mengajukan restrukturisasi kredit.

“Hingga kini sudah ada permohonan dari 525 debitur, sedangkan yang sudah kami setujui untuk direstrukturisasi sebanyak 484 debitur dengan nilai kredit Rp 280 miliar,” katanya kepada Kontan.co.id, Kamis (11/6).

Baca Juga: Emiten bank BUMN kabarnya bakal suntik Bukopin, simak kata analis berikut ini


Rosmala mengaku ke depan, nilai maupun jumlah debitur yang bakal direstrukturisasi juga bakal terus bertambah. Meski demikian, ia masih optimistis perseroan bisa mengatasinya, sebab rasio keuangan perseroan juga masih dalam taraf aman.

Loan to deposit ratio (LDR) misalnya telah menurun dari 117,85% pada akhir tahun lalu menjadi 104,52% per Maret 2020.

Hal senada juga disampaikan oleh Corporate Secretary PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara Syahdan Siregar. Dengan LDR 86,64% dengan AL/NCD sebesar 68%, Syahdan bilang perseroan masih memiliki cukup likuiditas seiring restrukturisasi yang dilakukan.

“Saat ini likuiditas Bank Sumut masih sangat baik, AL/NCD 68%, di atas ketentuan 50%. Sementara hingga kini kami sudah merestrukturisasi kredit Rp 481,1 miliar dari 1.209 debitur,” ungkapnya kepada Kontan.co.id.

Baca Juga: Sah, KB Kookmin Bank bakal jadi pengendali Bank Bukopin

Likuiditas yang masih mumpuni juga membuat Bank Sumut kini disebut Syahdan belum membutuhkan pinjaman untuk pemenuhan likuiditas, termasuk melalui skema bank jangkar alias bank peserta dalam program pemulihan ekonomi nasional.

Sependapat, Direktur Pemasaran PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung Antonius Argo Prawiro juga menyatakan pihaknya sejauh ini belum punya rencana memanfaatkan fasilitas pinjaman likuiditas dari bank jangkar.

Editor: Tendi Mahadi