KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kisah sukses Elon Musk tak hanya soal kekayaan, tetapi juga tentang kebiasaan dan pola pikir dalam membangun bisnis. Pendiri Tesla, SpaceX, hingga Starlink itu dikenal sebagai sosok visioner yang berani mengambil risiko besar demi mewujudkan ide-ide yang dianggap mustahil. Dari perjalanan hidupnya, setidaknya ada lima kebiasaan utama yang kerap ia pegang dan relevan bagi para pelaku usaha maupun calon wirausaha.
1. Uang Bukan Tujuan Utama Meski masuk jajaran orang terkaya di dunia, Musk menegaskan bahwa uang bukanlah motivasi utamanya. Dalam wawancara BBC pada 2014, ia menyebut kekayaannya bukan tumpukan uang tunai, melainkan kepemilikan saham di perusahaan-perusahaannya seperti Tesla dan SpaceX. Baginya, selama kekayaan diperoleh secara etis, hal itu bukan masalah.
Baca Juga: X Didenda Rp 2,3 Triliun, Elon Musk Tuntut Uni Eropa Dibubarkan, Apa yang Terjadi? Fokus Musk justru ada pada misi besar, bahkan ia pernah mengatakan lebih memilih menghabiskan miliaran dolar untuk misi ke Mars daripada sekadar meninggal sebagai orang kaya. Pendekatan ini menunjukkan bahwa orientasi pada dampak dan pemecahan masalah besar justru dapat menghasilkan nilai ekonomi yang berkelanjutan, bukan keuntungan instan. 2. Bekerja Sesuai Passion Musk juga dikenal sebagai sosok yang sangat mengikuti minat pribadinya. Kecintaannya pada buku fiksi ilmiah sejak kecil tercermin dalam bisnis-bisnis yang ia bangun, mulai dari kendaraan listrik, kecerdasan buatan, hingga eksplorasi luar angkasa. Ia percaya bahwa bekerja tanpa passion hanya akan berujung setengah hati. Bagi Musk, kecintaan pada pekerjaan menjadi bahan bakar utama untuk bertahan menghadapi kegagalan, tekanan, dan kritik, sekaligus menjadi sinyal positif bagi investor.
Baca Juga: 34 Bulan Setelah Akuisisi, Elon Musk Baru Meraih Titik Impas X 3. Berani Berpikir Besar Dari koloni manusia di Mars hingga chip otak, ide-ide Musk kerap terdengar tidak masuk akal pada awalnya. Namun, justru keberanian berpikir besar itulah yang membedakan langkahnya. Ia konsisten mengubah imajinasi masa kecil menjadi proyek nyata yang berdampak global. Pola pikir besar dinilai mampu menarik talenta terbaik, perhatian publik, serta aliran modal yang lebih besar.