Lompat jendela dan merusak kunci pintu, tiga pasien terduga COVID-19 kabur di Rusia



KONTAN.CO.ID - MOSCOW. Time memberitakan, seorang pasien terinfeksi virus corona melompat keluar dari jendela rumah sakit untuk melarikan diri dari karantina. Sementara, dua orang pasien lain berhasil keluar dengan menonaktifkan kunci elektronik.

Dua wanita Rusia yang ditahan di ruang isolasi karena kemungkinan diduga terinfeksi oleh virus corona  mengatakan mereka melarikan diri dari rumah sakit karena dokternya tidak kooperatif, kondisi yang buruk dan takut mereka akan terinfeksi. Otoritas kesehatan Rusia belum mengomentari keluhan mereka.

Melansir Time, insiden itu terjadi di tengah merebaknya virus corona di China yang telah menginfeksi lebih dari 14.000 orang di seluruh dunia. 


Baca Juga: Dampak wabah corona, pemerintah dorong pemberian insentif pada maskapai penerbangan

Di Rusia, hanya dua kasus COVID-19 yang dilaporkan. Namun demikian, pihak berwenang mengambil langkah besar untuk mencegah penyebaran penyakit baru dan merawat ratusan orang yang kembali dari Tiongkok sebagai tindakan pencegahan.

Banyak dari mereka yang dikarantina di rumah sakit Rusia yang berbeda mengeluhkan kondisi ruang isolasi yang buruk dan kurangnya kerja sama dari dokter, sehingga merasa tidak yakin tentang protokol karantina.

Baca Juga: Kekhawatiran penyebaran virus corona membuat harga minyak Brent berbalik melemah

Kedua wanita itu mengatakan kejadian tak mengenakkan di rumah sakit yang mereka alami dimulai setelah kembali dari Hainan, wilayah tropis China yang populer di kalangan wisatawan Rusia.

Dalam sebuah akun panjang di Instagram yang diterbitkan pada hari Jumat, seorang wanita dengan nama layar GuzelNeder mengatakan putranya terserang batuk dan demam 37,3 C (99,2 F) empat hari setelah keluarga kembali ke rumah mereka di kota Samara. 

Baca Juga: Kemenlu tegaskan 78 WNI kru kapal pesiar Diamond Princess sehat

Dia menelepon layanan darurat, yang mendiagnosis bocah laki-laki itu menderita infeksi pernapasan virus dan mengatakan ibu dan putranya harus pergi ke rumah sakit untuk menjalani tes corona.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie