Luncurkan awan panas sejauh 3 km, erupsi eksplosif Gunung Merapi masih bisa terjadi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gunung Merapi kembali meletus. Dalam erupsi yang terjadi pada Rabu (27/1), sejak pukul 00.00-14.00 WIB, Gunung Merapi mengeluarkan 36 kali awan panas.

"Gunung Merapi telah meluncurkan 36 kali awan panas guguran dengan jarak luncur antara 500 hingga 3.000 meter ke arah Barat Daya atau hulu Kali Krasak dan Boyong," kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida di akun Twitter BPPTKG.

Awan panas yang meluncur hingga 3.000 meter atau 3 kilometer (km) merupakan aliran terpanjang sejak Gunung Merapi berstatus Siaga atau Level III mulai 5 November 2020 lalu. 


Awan panas, warga setempat menyebutnya dengan wedhus gembel, tercatat di seismogram dengan amplitudo antara 15-60 mm dan durasi 83-197 detik. 

Baca Juga: Gunung Merapi kembali meletus, bentuk aliran awan panas terpanjang sejak status Siaga

Akibat dari kejadian awan panas guguran tersebut, sejumlah lokasi melaporkan hujan abu dengan intensitas tipis hingga tebal, seperti di Kecamatan Tamansari dan Kecamatan Musuk di Kabupaten Boyolali, serta beberapa lokasi di Klaten.

Hujan abu bisa terjadi sebagai akibat dari kejadian awan panas guguran. Untuk itu, Hanik mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik, seperti dengan menggunakan masker, kacamata, dan menutup sumber air.

Masih berstatus Siaga

Meski begitu, tingkat aktivitas gunung yang terletak di perbatasan Provinsi D.I. Yogyakarta dan Jawa Tengah tersebut masih Siaga. 

Potensi bahaya gunung setinggi 2.968 meter di atas permukaan laut itu berupa guguran lava dan awan panas pada sektor Selatan-Barat Daya, yaitu di Kali Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih dengan jarak maksimal 5 km dari puncak.

Baca Juga: Gunung Merapi meletus lagi Rabu (27/1/2021) siang, warga turun mengungsi

Editor: S.S. Kurniawan