Makanan dan minuman mengisi kantong MAPI



JAKARTA. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) bersiap mempercepat ekspansi pada bisnis makanan dan minuman setelah mengantongi dana segar. Perusahaan investasi global General Atlantic membeli obligasi tanpa bunga MAPI sebesar Rp 1,08 triliun.

Obligasi ini bisa dikonversi menjadi saham anak usaha MAPI, yakni PT MAP Boga Adiperkasa. Anak usaha milik MAPI ini mengoperasikan merek-merek gerai makanan dan minuman MAPI, seperti Starbucks, Pizza Express, Krispy Kreme, Cold Stone Creamery, dan Godiva.

Johanes Prasetia, analis BCA Sekuritas, mengungkapkan, segmen food and beverages (F&B) tahun lalu memberi kontribusi sekitar 20% pada laba sebelum pajak MAPI. MAPI terutama akan menambah gerai kopi Starbucks yang merupakan salah satu bisnis paling menguntungkan di segmen F&B.


"Kami melihat segmen bisnis F&B akan menjadi pendorong laba MAPI di tahun-tahun mendatang, dengan rencana pembukaan 30-50 gerai Starbucks per tahun," ungkap Johanes dalam riset 24 November lalu.

Adrian Lorenzo, analis Sinarmas Sekuritas, mengungkapkan, rerata pertumbuhan penjualan per toko alias same store sales growth (SSSG) ritel makanan dan minuman MAPI membaik pada tahun ini. SSSG sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini mencapai 10%, melonjak lebih dari dua kali lipat ketimbang tahun lalu, yang sebesar 4,2%.

Adrian pun sependapat dengan Johanes. MAPI terus mengerek jumlah gerai Starbucks yang harga produknya cenderung stabil. "Starbucks masih menjadi merek MAPI paling kokoh, dan mendorong optimisme bahwa MAPI tetap bisa melewati tekanan inflasi akibat penguatan nilai tukar dollar," ungkap Adrian.

Adrian menambahkan, gerai Starbucks masih mendominasi pasar gerai kopi dengan jumlah gerai mencapai 264 gerai. Dia melihat, MAPI terus menambah jumlah kedai kopi ini lewat ekspansi di gedung perkantoran dan rumah sakit.

Laura Taslim, analis Mandiri Sekuritas, mengungkapkan, pembayaran utang dengan duit segar dari General Atlantic dan kinerja yang menguat di kuartal keempat menjadi katalis jangka pendek bagi MAPI.

Untuk ekspansi Starbucks, Laura melihat MAPI akan menjalankan strategi pembedaan harga untuk lokasi-lokasi tertentu, seperti bandara dan tempat wisata. "Selanjutnya, MAPI akan menaikkan harga untuk gerai-gerai yang berlokasi di rest area dengan selisih harga sekitar 10%," ungkap Laura.

Editor: Yudho Winarto