Mandiri Sekuritas optimistis pasar modal Indonesia tumbuh positif



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mandiri Sekuritas mencatat nilai transaksi yang dikelola sebesar Rp 19,23 triliun sepanjang Januari 2020. Nilai ini merosot sebesar 61% dari nilai transaksi pada Januari 2019 sebanyak Rp 49,29 triliun.

Dannif Danusaputro, Direktur Utama Mandiri Sekuritas mengatakan, meski nilai transaksi yang dikelola oleh Mandiri Sekuritas pada Januari turun, namun pihaknya belum bisa mengukur dampak terhadap kinerja keseluruhan untuk tahun ini. Yang pasti, perusahaan optimistis kinerja ke depannya bakal lebih baik.

Baca Juga: Ini strategi Indo Premier Sekuritas tingkatkan kepercayaan investor


Lebih lanjut, ia menuturkan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memang melemah sebesar 4,96% dari awal tahun 2020. Namun, sambungnya, negara-negara lain juga mengalami hal serupa.

“Hal ini menunjukkan IHSG lebih didorong sentimen global, seperti efek dari virus corona dan geopolitik dunia, bukan sentimen domestik,” katanya pada Kontan, Kamis (6/2).

Dannif melihat potensi aliran modal masuk ke Indonesia masih tinggi secara fundamental. Adapun salah satu faktor pendorongnya adalah European Central Bank dan Bank Sentral Jepang masih melakukan Quantitative Easing (QE), sehingga ketersediaan likuiditas global masih akan tetap besar.

Hal ini terbukti dari lelang obligasi pemerintah Indonesia yang mengalami oversubscribe sebesar 3 kali di saat yield dan spread yang ditawarkan merupakan yang terendah.

Baca Juga: Bursa Saham Longsor, Kapitalisasi Emiten Big Caps Ambrol

Kedua, Bloomberg 2020 Survey menempatkan Indonesia sebagai destinasi teratas bagi investasi obligasi dan saham. Secara umum, Dannif menilai pasar modal Indonesia masih dapat terus berpotensi mencatat kinerja kuat lantaran Indonesia masih dinilai atraktif.

“Tidak hanya di mata direct investors, namun juga para portfolio investors,” tambahnya.

Editor: Noverius Laoli