Mark Dynamics (MARK) merampungkan akuisisi distributor kloset dan alat pertanian



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mark Dynamics Tbk (MARK) telah mengumumkan keterbukaan informasi publik terkait rencana corporate action perseroan mengakuisisi PT Berjaya Dynamics Indo (BDI) yang merupakan induk usaha dari PT Agro Dynamics Indonesia (ADI).

Sebelum rencana akuisisi ini, seperti disebutkan pada keterbukaan informasi bahwa BDI memiliki kepemilikan di ADI sebesar 66,73% dan setelah proses akuisisi ini maka BDI akan menambah kepemilikan di ADI menjadi sebesar 99,9%, yang dananya berasal dari setoran modal MARK sebagai pemegang saham baru di BDI.

Baca Juga: Permintaan sarung tangan naik, MARK optimistis tumbuh 20% tahun ini


Transaksi akuisisi ini merupakan upaya Perseroan dalam rangka pengembangan usaha Perseroan. Perseroan memandang strategi pengembangan usaha melalui pengambilalihan perusahaan yang bergerak dalam bidang peralatan pertanian, perkebunan dan sejenisnya yang dinilai memiliki prospek usaha yang baik.

"Dengan melakukan rencana transaksi akuisisi diharapkan akan memberikan peluang kepada Perseroan untuk berinvestasi dan mengkapitalisasi potensi yang ada dalam industri pertanian khususnya peralatan pertanian serta memaksimalkan sinergi yang dapat tercipta dari pengembangan usaha tersebut secara efektif sehingga dapat meningkatkan pangsa pasar Perseroan," papar Ridwan Goh, Presiden Direktur MARK kepada Kontan.co.id, Selasa (7/7).

Sebelum rencana akuisisi ini BDI memiliki total aset secara konsolidasi sebesar Rp 53,2 miliar, sedangkan ADI sendiri memiliki total aset Rp 46 miliar. ADI selama ini bergerak dibidang distribusi alat-alat pertanian seperti peralatan sprayer dan juga produk seperti herbisida, ethepon (penyubur) yang diperlukan oleh industri pertanian dan juga perkebunan. Industri pertanian merupakan industri yang penting di Indonesia, penyumbang PDB terbesar setelah manufaktur.

Berdasarkan data BPS di Q3 2019, kontribusi sektor pertanian sebesar 13,45% pada PDB Indonesia, menempati posisi kedua setelah sektor manufaktur yang memiliki kontribusi sebesar 19,62%. Dari sumber BPS disebutkan juga bahwa Kementan mengalokasikan dan Rp 1,1 triliun untuk anggaran alat-alat pertanian.

Baca Juga: Mark Dynamics (MARK) mempercepat penambahan kapasitas produksi

Editor: Handoyo .