Market cap HMSP dan GGRM tergerus, cermati penjelasan analis



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Sejak 2018, kapitalisasi pasar PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) terus tergerus. Bahkan pada kuartal III-2019, GGRM sudah tidak lagi masuk 10 besar emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar.

GGRM digantikan oleh PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA). Nilai kapitalisasi pasar TPIA saat ini menapai Rp 187,7 triliun. Sedangkan HMSP turun ke peringkat ke tujuh, padahal di tahun 2016 dan 2017 HMSP selalu di peringkat pertama.

Baca Juga: Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) terdepak dari 10 emiten berkapitalisasi terbesar


Vice President Samuel Sekuritas Muhammad Alfatih mengatakan, perubahan tersebut bisa disebabkan oleh dua hal yaitu perubahan harga yang drastis atau perubahan jumlah saham yang beredar.

"Saham rokok merosot harganya karena kenaikan cukai hampir dua kali lipat dari biasanya," jelas Alfatih kepada Kontan, Jumat (26/12).

Pemerintah menetapkan tahun depan, cukai hasil tembakau (CHT) atau cukai rokok rata-rata naik 21,55%. Adapun, secara rerata, CHT Sigaret Kretek Mesin (SKM) naik 23,29%, Sigaret Putih Mesin (SPM) naik 29,95% dan Sigaret Kretek Tangan (SKT) atau Sigaret Putih Tangan naik 12,84%. Sedangkan harga jual eceran (HJE) naik 35%.

Baca Juga: Sektor saham ini diprediksi bakal bersinar dan meredup pada tahun depan

Selain itu, kenaikan iuran BPJS hingga 100%, kemungkinan adanya kenaikan tarif listrik dan kenaikan tabung gas 3 kilogram cenderung akan menurunkan daya beli masyarakat.

Editor: Noverius Laoli