Marketing sales emiten properti naik 63%, saham ini yang disarankan Maybank Kim Eng



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hasil marketing sales alias pra penjualan emiten properti di kuartal III tahun ini meningkat 63% secara kuartalan. Ini terjadi karena peningkatan permintaan dari pembeli rumah pertama dari segmen menengah bawah. 

Hal ini tentu akan berdampak positif bagi para pengembang. Aurellia Setiabudi analis Maybank Kim Eng Sekuritas dalam riset 12 Oktober 2020 menjelaskan sejak Pemprov DKI Jakarta melonggarkan kebijakan lockdown (PSBB) membawa dampak positif bagi pemilik mal seperti PT Pakuwon Jati Tbk dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA). 

Baca Juga: Bumi Serpong Damai (BSDE) cetak marketing sales Rp 4,7 triliun hingga September 2020


Meski memberi sentimen positif, tapi Aurellia menyebut tidak membawa nilai cukup signifikan. Pilihan saham Maybank Kim Eng adalah PWON, PT Ciputra Development Tbk (CTRA), SMRA dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE). 

"Banyak pengembang melaporkan pemulihan hasil marketing sales secara bulanan sejak posisi terendah pada April-Mei 2020," terang Aurellia dalam riset. Ia menyebut, proyek baru diluncurkan pada kuartal tersebut terserap dengan baik. Dalam sembilan bulan di tahun 2020, hasil marketing sales sebagian besar pengembang telah memenuhi lebih dari 75% dari target pra-penjualan mereka. 

Berdasarkan riset Aurellia, dari enam emiten properti yakni PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), BSDE, CTRA, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), PWON dan SMRA secara total menghasilkan marketing sales Rp 5,77 triliun di kuartal III tahun ini. Angka ini meningkat 63% dibanding kuartal II tahun ini sebesar Rp 3,53 triliun. 

Namun jika ditengok secara year on year (yoy), secara agregat terjadi penurunan marketing sales 11% pada kuartal III-2020 dari Rp 6,48 triliun pada kuartal III tahun 2019. 

Baca Juga: Penjualan melesat di empat bulan terakhir, ini kata Honda Prospect Motor (HPM)

Sementara jika dihitung dalam sembilan bulan di tahun ini, hasil marketing sales enam emiten properti sebesar Rp 14,69 triliun, turun 12% secara yoy. Angka ini memenuhi 73% dari target marketing sales perusahaan sebesar Rp 20,2 triliun. Aurellia menilai, masih bisa ada kenaikan lebih lanjut untuk setahun penuh.

Editor: Avanty Nurdiana