KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks saham bertema hijau (green index) cenderung menurun sejak awal tahun. Menurut data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), IDX ESG Leaders melorot 1,53% year to date (ytd). Sebaliknya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada dalam tren bullish dengan kenaikan 9,58% ytd. Padahal konstituen Indeks ESG berisikan perusahaan berkapitalisasi pasar jumbo dan memiliki penilaian Environmental, Social & Governance yang baik dan tidak terlibat pada kontroversi secara signifikan. Head of Investment Research Infovesta, Wawan Hendrayana, mencermati indeks ESG tertinggal lantaran di dalamnya tidak terdapat saham teknologi dan digital yang menjadi pendorong IHSG. "Karena fokus pada saham big caps yang belum bergerak yang mengakibatkan indeks tertinggal.
Masih tertekan, simak prospek IDX ESG menurut analis
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks saham bertema hijau (green index) cenderung menurun sejak awal tahun. Menurut data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), IDX ESG Leaders melorot 1,53% year to date (ytd). Sebaliknya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada dalam tren bullish dengan kenaikan 9,58% ytd. Padahal konstituen Indeks ESG berisikan perusahaan berkapitalisasi pasar jumbo dan memiliki penilaian Environmental, Social & Governance yang baik dan tidak terlibat pada kontroversi secara signifikan. Head of Investment Research Infovesta, Wawan Hendrayana, mencermati indeks ESG tertinggal lantaran di dalamnya tidak terdapat saham teknologi dan digital yang menjadi pendorong IHSG. "Karena fokus pada saham big caps yang belum bergerak yang mengakibatkan indeks tertinggal.