Maskapai tertua kedua di dunia, Avianca, ajukan kebangkrutan akibat wabah corona



KONTAN.CO.ID -  NEW YORK. Maskapai tertua kedua di dunia, Avianca Holdings mengajukan perlindungan dari kebangkrutan pada hari Minggu, setelah maskapai terbesar kedua di Amerika Latin tersebut gagal memenuhi tenggak waktu pembayaran obligasi, sementara permohonan bantuan dari pemerintah Kolombia sejauh ini belum membuahkan hasil.

Jika gagal keluar dari kebangkrutan, Avianca yang berbasis di Bogota itu akan menjadi salah satu maskapai terbesar pertama di dunia yang menjadi korban pandemi virus corona, yang melumpuhkan bisnis perjalanan dunia.

Baca Juga: Garuda Indonesia (GIAA) pastikan tidak menaikkan harga tiket pesawat


Mengutip Reuters, Senin (11/5), Avianca belum melakukan penerbangan penumpang yang dijadwalkan secara rutin sejak akhir Maret 2020 dan sebagian besar dari total 20.000 karyawannya belum dibayar karena krisis ini.

Sementara itu, kondisi bisnis Avianca sudah sekarat sebelum wabah corona dan Avianca masih mengharapkan bailout dari pemerintah. "Ini sama sekali tidak mengejutkan," kata Kepala Ekonom, di pialang Casa de Bolsa di Bogota, Juan David Ballen.

"Perusahaan itu punya utang yang berat, padahal faktanya mereka mencoba merestrukturisasi utangnya tahun lalu," sambungnya.

Avianca, maskapai penerbangan tertua kedua yang terus beroperasi di dunia setelah Air France KLM (AIRF.PA) memiliki utang US$ 7,3 miliar pada 2019.

Baca Juga: Lion Air terbang perdana, ini syarat tambahan yang mesti diketahui penumpang...

Maskapai ini mengajukan kebangkrutan Bab 11 di New York dan mengatakan akan melanjutkan operasi ketika merestrukturisasi utangnya.

Asosiasi Penerbangan Sipil Kolombia (ACDAC), sebuah serikat pekerja yang mewakili banyak karyawan Avianca, mengatakan mendukung langkah tersebut.

Editor: Noverius Laoli