Melihat bagaimana Jeff Bezos telah mengubah cara berbisnis



KONTAN.CO.ID - Founder dan CEO Amazon Jeff Bezos telah merevolusi cara berbisnis. Upaya ini telah menghantarkannya menjadi orang terkaya di planet ini dan membawa perusahaan Amazon yang dia dirikan pada 1994 di garasi rumahnya menjadi salah satu perusahaan paling bernilai di dunia saat ini.

Pada awal berdirinya, Amazon hanya perusahaan penjual buku melalui pesanan online. Hal itu terjadi ketika di Amerika Serikat (AS), berbagai koran, majalah, dan berita online mulai berdebat soal masa depan toko buku, sebelum toko buku akan menutup pintu selamanya alias bangkrut.

Namun kehadiran Amazon telah menyelamatkan penjualan buku. Amazon tidak hanya membalikkan penjualan buku, tetapi berencana untuk mengubah bisnis ini seluruhnya.


Mengutip The Irish Times, Sabtu (6/2), pendiri Amazon Jeff Bezos, yang baru saja mengumumkan rencana untuk mundur sebagai kepala eksekutif perusahaan yang dia dirikan pada tahun 1994, telah mengambil keputusan yang layak.

Baca Juga: Elon Musk tuduh Amazon halangi internet satelit Starlink SpaceX, ini respons Amazon

Konsumen telah lama dapat membeli semuanya mulai dari makanan segar hingga memorabilia Nazi melalui situs utama Amazon, dengan pembelian satu klik yang mudah sehingga sulit ditolak.

Kerajaan Bezos yang lebih luas sekarang mencakup, antara lain, bisnis komputasi awan yang sangat sukses (Amazon Web Services), surat kabar nasional (The Washington Post), dan layanan streaming digital (Amazon Prime).

Secara terpisah, Bezos juga memiliki perusahaan eksplorasi luar angkasa Blue Origin, di mana dia diharapkan untuk menghabiskan lebih banyak waktu setelah dia bergeser menjadi ketua eksekutif Amazon.

Sepanjang jalan, dia telah merevolusi cara berbisnis. Beberapa di antaranya telah dicapai melalui penerapan teknologi untuk meningkatkan proses, seperti adopsi kecerdasan buatan (AI) (Artificial Intelligence / AI) Amazon yang meluas dan pembelajaran mesin secara internal.

Bezos telah membangun bisnis senilai US$ 1,7 triliun yang berkembang di belakang krisis Covid, mencatat penjualan US$ 125,6 miliar selama tiga bulan terakhir tahun 2020 saja. Itu membuat pria berusia 57 tahun itu menjadi orang yang sangat kaya dengan kekayaan US$ 196,2 miliar, nomor dua setelah Elon Musk.

"Amazon menjadi seperti itu karena penemuan," kata Bezos kepada karyawannya melalui email yang mengumumkan kepergiannya minggu ini.

Baca Juga: Warren Buffett beri bocoran sikap yang penting dimiliki oleh calon karyawan

“Jika Anda melakukannya dengan benar, beberapa tahun setelah penemuan yang mengejutkan, hal baru menjadi normal. Orang-orang menguap. Menguap itu adalah pujian terbesar yang dapat diterima seorang penemu. Saat Anda melihat hasil keuangan kami, apa yang sebenarnya Anda lihat adalah hasil kumulatif jangka panjang dari penemuan. ”

Sangat menggoda untuk setuju. Namun tindakan tersebut juga mengabaikan bagaimana kekejaman Bezos telah mengarahkan bisnisnya menuju kesuksesan. Bagaimanapun, dia biasa mengadakan pertemuan di toko Barnes & Noble, salah satu saingan penjualan buku terbesarnya, di masa-masa awal Amazon. Pria itu hampir tidak kekurangan chutzpah.

Editor: Noverius Laoli