Melihat perkembangan terkini proyek jaringan gas bumi Trans Kalimantan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Proyek jaringan pipa transmisi gas bumi Trans Kalimantan sejatinya sudah masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Hanya memang, proyek ini masih harus beberapa proses sebelum benar-benar tereksekusi.

Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) Jugi Prayogio menyebut, pihaknya sudah melakukan beberapa kali focus discussion group (FGD) untuk mengidentifikasi potensi pasar yang akan menjadi pelanggan jaringan gas tersebut. Di antaranya PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), pengelola kilang, industri, dan ibu kota baru.

Baca Juga: ESDM tandatangani 7 paket proyek pembangunan jargas rumah tangga Rp 862,39 miliar


Jaringan gas Trans Kalimantan kemungkinan besar akan memiliki pasokan gas yang berasal dari kombinasi gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) dan sumur raw gas.

“Dengan demikian pembangunan terlebih dahulu sebagian jaringan pipa atau wilayah jaringan distribusi menjadi opsi yang lebih tepat,” ungkap dia ketika dihubungi Kontan.co.id, Rabu (11/3).

Saat ini, proses studi kelayakan dan front end engineering and design (FEED) di beberapa wilayah yang akan dilalui jaringan pipa transmisi gas Trans Kalimantan sedang dalam tahap finalisasi.

Jugi berharap, tahun ini sudah mulai ada kejelasan area mana saja yang layak maupun tidak layak untuk dibangun jaringan gas bumi.

Secara umum, terdapat beberapa faktor kunci yang menjadi penentu kesuksesan proyek jaringan pipa transmisi gas Trans Kalimantan. Selain ketersediaan pasokan raw gas untuk pipa transmisi, keberadaan pasar yang menjadi konsumen gas bumi di Trans Kalimantan juga patut diperhatikan.

Yang tak kalah penting, perlu keberadaan Badan Usaha yang siap menjadi operator jaringan gas bumi Trans Kalimantan. “Jika secara nilai keekonomian tercapai, maka badan usaha operator akan mudah diperoleh,” ujar Jugi.

Editor: Yudho Winarto