Menakar efek virus corona terhadap kondisi pasar ponsel dalam negeri



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Virus Corona yang mewabah di China mengganggu aktivitas industri ponsel di negara Tirai Bambu tersebut. Hal ini hingga derajat tertentu diduga bakal turut memengaruhi aktivitas industri ponsel di berbagai belahan dunia lainnya.

Seperti diketahui, sebelumnya perusahaan riset Canalys awal bulan ini memperkirakan pengiriman ponsel pintar di China bisa turun sebanyak 50% antara tiga bulan terakhir tahun 2019 dan tiga bulan pertama tahun 2020.  

Baca Juga: Tunggu kepastian pasar, Advan ambil sikap wait and see dalam luncurkan produk baru


Sementara, International Data Corporation (IDC) memperkirakan pengiriman ponsel pintar (smartphone) di China bisa turun hingga sebesar 30% dibanding periode sama tahun lalu. Tidak hanya itu, fenomena ini juga diduga bisa memicu ketidakpastian dalam rencana peluncuran produk, rantai pasokan, dan saluran distribusi, dalam jangka menengah dan panjang. 

Kendati demikian, hal ini agaknya tidak memiliki dampak yang signifikan bagi sejumlah pemain ponsel di pasar lokal. Head of PR Xiaomi Indonesia, Stephanie Sicilia mengatakan lini bisnis Xiaomi baik secara global maupun domestik Indonesia masih stabil.

Pasalnya, ponsel asal negeri tirai bambu terus melakukan koordinasi dengan para distributor untuk memastikan agar alur distribusi dan jumlah pasokan produk tetap stabil. Di samping itu, hal ini juga tidak terlepas dari lokasi kegiatan produksi ponsel Xiaomi di China yang terdiversifikasi.

"Mitra pabrik kami di China tidak hanya terkonsentrasi di satu wilayah, tetapi berlokasi di berbagai provinsi," ujar Stephanie kepada Kontan.co.id (27/2).

Baca Juga: Jelang pengumuman BPS, simak prediksi para ekonom tentang inflasi Februari 2020

Oleh karenanya, pihaknya bahkan tidak segan-segan berencana untuk mengeluarkan varian dan produk ponsel baru tahun ini. Tidak hanya itu, Xiaomi juga berencana memperkuat pengembangan produk-produk berbasis Internet of Things (IoT) seperti smart home appliances, smart audio devices, dan perangkat pintar lainnya

Senada, Public Relations Manager Realme Indonesia, Krisva Angieszca berujar kegiatan operasional perusahaan masih berjalan normal di tengah-tengah Virus Corona yang sedang mewabah.

Pasalnya, perusahaan telah mengamankan ketersediaan pasokan bahan baku sebelum wabah terjadi. Dengan demikian, kegiatan produksi ponsel Realme yang berlangsung di Tangerang, Banten tetap berjalan seperti biasa.

“Konsumen kami dapat membeli produk kami di toko offline di seluruh Indonesia tanpa perlu takut kehabisan stok,” kata Krisva kepada Kontan.co.id (27/02).

Baca Juga: Virus corona belum kunjung reda, rupiah bisa memperpanjang pelemahan

Editor: Tendi Mahadi