KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Upaya memperkuat stabilitas rupiah kembali mengemuka, seiring munculnya dorongan agar Bank Indonesia (BI) menjajaki akses langsung ke likuiditas dolar Amerika Serikat (AS) melalui kerja sama dengan bank sentral AS, Federal Reserve. Gagasan ini dinilai dapat menjadi bantalan tambahan di tengah tekanan global yang masih membayangi nilai tukar. Kepala Ekonom BCA David Sumual melihat peluang kerja sama tersebut tetap terbuka, meski tidak mudah. Selama ini, Indonesia telah memiliki jaringan kerja sama swap bilateral dengan sejumlah negara seperti China, Jepang, dan Korea Selatan, serta terlibat dalam skema multilateral regional.
Menakar Peluang BI Jalin Akses Likuiditas Dolar AS Langsung ke The Fed
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Upaya memperkuat stabilitas rupiah kembali mengemuka, seiring munculnya dorongan agar Bank Indonesia (BI) menjajaki akses langsung ke likuiditas dolar Amerika Serikat (AS) melalui kerja sama dengan bank sentral AS, Federal Reserve. Gagasan ini dinilai dapat menjadi bantalan tambahan di tengah tekanan global yang masih membayangi nilai tukar. Kepala Ekonom BCA David Sumual melihat peluang kerja sama tersebut tetap terbuka, meski tidak mudah. Selama ini, Indonesia telah memiliki jaringan kerja sama swap bilateral dengan sejumlah negara seperti China, Jepang, dan Korea Selatan, serta terlibat dalam skema multilateral regional.
TAG:
- Bank Indonesia
- Bank Indonesia (BI)
- nilai tukar rupiah
- rupiah
- The Fed
- Federal Reserve
- cadangan devisa
- Dolar AS
- reksadana dolar AS
- kebijakan moneter
- ekonomi global
- Mata Uang Rupiah
- Stabilitas Rupiah
- The Federal Reserves (The Fed)
- Uang Rupiah
- ketersediaan uang rupiah
- likuiditas dolar
- Swap Line
- Kerja Sama Bank Sentral
- Repo Facility